Ciamis – Kabupaten Ciamis merupakan satu dari empat kabupaten/kota yang ditunjuk sebagai piloting project program kampung sains di Jawa Barat. Tiga lainnya yaitu, Kabupaten Sumedang, Purwakarta dan Garut.
Program ini merupakan inovasi dari Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) IPA agar dapat mewujudkan masyarakat yang memiliki literasi sains.
Terpilihnya Kabupaten Ciamis sebagai piloting project program ini karena respon dan minat yang begitu tinggi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, seperti disampaikan Kepala P4TK IPA Eneng Susilawati saat kegiatan implementasi Program Kampung Sains pada 23 November 2021 silam.
Lokasi kampung sains Ciamis sendiri berada di jalan Sukalena RT 24 RW 09 Desa Cijeunjing Kecamatan Cijeunjing Kabupaten Ciamis. Tepatnya di komplek Yayasan Bina Nurani (YBN).
Perintisan kampung sains di Kabupaten Ciamis ini tidak lepas dari kerja keras Dr. H. Elih Sudiapermana, M.Pd., pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung ini menginginkan adanya pemberdayaan masyarakat dengan dengan teknologi Terpadu. Khususnya di tempat kelahirannya, Kabupaten Ciamis.
“Masyarakat ini untuk bisa maju, dengan segala potensinya, harus punya ilmunya. Jadi, sains itu penting untuk masyarakat,” terangnya saat ditemui di kediamannya pada Sabtu (12/2/22).
Ia menjelaskan, dimensi kampung sains di Desa Cijeunjing ini, yang pertama adalah sebagai perberdayaan masyarakat. Agar aktifitas masyarakat bisa lebih produktif, lebih sejahtera dengan sains.
“Yang jelas, rata-rata masyarakat disini punya kolam, punya halaman kemudian kebun. Tapi, produktifitasnya rendah. Sekarang ilmu apa yang harus diberikan supaya potensi-potensi tersebut bisa menghasilkan. Nah, disitu sains masuk sehingga masyarakat bisa lebih berdaya dengan potensinya,” jelasnya.
Ketika dimensi pertama kampung sains sudah tercapai, lanjutnya, dimensi kedua kampung sains adalah tempat belajar sains yang rekreatif bagi para siswa. Nantinya, akan disediakan juga modul-modul sains di BeNC sebagai institusi pendidikan Non Formal.
“Yang disupport oleh P4Tk. Sekarang kita sudah punya contoh pemanfaatan Internet Opting untuk pemberian pakan ikan otomatis. Masyarakat juga sudah tertarik dengan sians ini ketika disosialisasikan,” ujarnya.
Kemudian, dengan adanya kampung sains ini, para guru IPA yang terkendala dengan kurangnya alat peraga di sekolah bisa terbantu dalam penyampaian materi ke para siswa.
“Hal tersebut berdasar hasil wawancara. Makanya, nanti ada sentra sains yang kita usulkan. Jadi, selain para siswa tadi belajar sains di masyarakat, ada juga sentra sains yang disiapkan di BeNC,” ungkapnya.
Ditemui terpisah, Camat Cijeunjing, Iyus Sunardi, merespon positif terpilihnya Desa Cijeunjing sebagai salah satu piloting project kampung sains di Jawa Barat.
Menurutnya, selain untuk meningkatkan literasi sains masyarakat, diharapkan dengan adanya kampung sains bisa terwujud budaya kewirausahaan melalui penerapan sains dan teknologi berbasis lingkungan di wilayah Kecamatan Cijeunjing umumnya di Kabupaten Ciamis.
“Tentu saya menyambut baik program tersebut karena selaras dengan program pembangunan di wilayah Kecamatan Cijeunjing. Diharapkan, nantinya bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun Cijeunjing,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Cijeunjing, Adang, mengatakan, pihak Pemdes Cijeunjing sudah menyiapkan rencana pengembangan kampung sains tersebut. Salah satunya, akan membangun Agrowisata.
“Nantinya, Agrowisata ini akan dikolaborasikan dengan kampung sains. Untuk pengembangan kampung sains ini, kita akan bersinergi dengan semua pihak, baik dari Pemda, Kecamatan serta masyarakat,” jelasny. (Abid)








