Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – 21 Maret 2026 Suasana penuh berkah dan kebersamaan menyelimuti wilayah Gunung Kijulang dan Gunung Huma, Tasikmalaya Jawa Barat, saat ribuan masyarakat melaksanakan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/03/2026).
Momentum hari kemenangan setelah sebulan menjalani ibadah puasa Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antarwarga dari berbagai wilayah.
Sholat Idul Fitri Terpusat di Masjid Al Iklas
Sebagian besar jamaah memadati area sekitar Masjid Al Iklas RW 14 yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) setempat. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masjid ini menjadi pusat pelaksanaan Sholat Idul Fitri bagi warga Gunung Kijulang dan sekitarnya.
Ribuan umat Muslim, termasuk dari RW 10 Gunung Kijulang, tampak hadir dengan pakaian terbaik mereka. Mereka membawa perlengkapan ibadah masing-masing, seperti mukena dan sarung, serta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Salah satu pengurus kegiatan menyampaikan bahwa penyatuan jadwal sholat dilakukan untuk memperkuat kebersamaan.
“Kami ingin seluruh masyarakat bisa berkumpul, tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga dan antarwilayah,” ujarnya.
Doa dan Khutbah Penuh Makna
Usai pelaksanaan sholat yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, jamaah melanjutkan dengan doa bersama. Suasana haru dan khidmat terasa ketika lantunan doa dipanjatkan, disusul ucapan “Minal Aidzin Walfaizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin” yang menggema di tengah kerumunan.
Dalam khutbahnya, pengelola Masjid Al Iklas menekankan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai bagian dari nilai utama Idul Fitri. Mereka juga mengajak masyarakat untuk mempertahankan semangat kebersamaan demi membangun lingkungan yang harmonis dan sejahtera.
Tradisi Silaturahmi dan Berbagi Hidangan Lebaran
Kehangatan Idul Fitri semakin terasa saat warga mulai melakukan kunjungan antar rumah. Di wilayah RW 10 Gunung Kijulang, khususnya RT 03, tradisi silaturahmi berlangsung meriah.
Warga saling bertukar kunjungan sambil menikmati hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, dan sambal goreng ati. Momen ini menjadi sarana mempererat hubungan kekeluargaan yang telah terjalin lama.
“Semoga ibadah kita selama Ramadan diterima, dan kebersamaan hari ini membawa berkah bagi seluruh masyarakat Gunung Kijulang dan Gunung Huma,” ujar salah satu warga.
Perayaan Idul Fitri tahun ini pun menjadi cerminan kuatnya nilai persatuan dan gotong royong masyarakat Pangandaran dalam menjaga tradisi serta mempererat tali persaudaraan.
Jurnalis : Anwar .W








