Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, Komplek Dadaha tetap menjadi salah satu pusat aktivitas ekonomi rakyat yang memiliki peran penting bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Kawasan ini tidak hanya menjadi lokasi transaksi jual beli, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi ribuan warga yang setiap hari berjuang mencari nafkah untuk keluarga mereka.
Setiap hari, berbagai aktivitas ekonomi berlangsung di kawasan Dadaha. Mulai dari pedagang kaki lima, warung makan, lapak kebutuhan sehari-hari, hingga beragam jasa pelayanan, semuanya menjadi bagian dari denyut kehidupan ekonomi yang terus bergerak. Sejak pagi hingga sore hari, para pelaku usaha membuka lapak dan melayani masyarakat yang datang mencari berbagai kebutuhan dengan harga yang terjangkau.
Seorang warga yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan tersebut mengaku bersyukur masih dapat memperoleh penghasilan dari aktivitas ekonomi yang berlangsung di Dadaha.
“Alhamdulillah, di Komplek Dadaha ini kami bisa mencari sesuap nasi untuk keluarga,” ujarnya.
Bagi sebagian besar masyarakat Tasikmalaya, Dadaha bukan sekadar pusat perdagangan. Kawasan ini telah menjadi ruang kehidupan yang menopang kebutuhan ekonomi keluarga. Hasil usaha yang diperoleh para pedagang dan pelaku UMKM digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, membiayai pendidikan anak, hingga memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.
“Dadaha itu tempat kami mengais rezeki. Dari pagi sampai sore kami melayani pembeli, berharap rezeki yang halal dan cukup untuk keluarga. Di sinilah uang berputar, di sinilah kami mencari sesuap nasi,” ungkap salah seorang pedagang.
Keberadaan Dadaha dinilai memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian mikro Kota Tasikmalaya. Aktivitas perdagangan yang berlangsung setiap hari tidak hanya menciptakan perputaran uang di tingkat lokal, tetapi juga membuka peluang kerja serta membantu menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Selain menjadi pusat ekonomi rakyat, kawasan ini juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempererat hubungan antarwarga dan pelaku usaha. Kehidupan ekonomi yang tumbuh di Dadaha mencerminkan semangat gotong royong dan kerja keras masyarakat dalam mempertahankan keberlangsungan usaha mereka.
Meski demikian, sejumlah warga berharap pemerintah dapat melakukan penataan kawasan secara lebih baik dan berkelanjutan. Penataan tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang tertib, nyaman, dan tetap mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“UMKM di sekitar Dadaha perlu ditata dan diatur dengan rapi. Trotoar harus dikembalikan sebagai hak pejalan kaki dan dapat dimanfaatkan juga sebagai jalur jogging yang nyaman. Ini harapan warga Kota Tasikmalaya agar kawasan ini bisa dikelola dengan benar dan tertib,” kata seorang warga.
Masyarakat berharap Komplek Dadaha mendapatkan perhatian dan pembinaan yang memadai agar tetap berkembang sebagai pusat ekonomi rakyat. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan ini diyakini dapat terus menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus menghadirkan ruang publik yang nyaman, tertib, dan bermanfaat bagi seluruh warga Kota Tasikmalaya.
Jurnalis Anwar.W








