Ciamis. Peristiwajabar.co.id – Muhammadiyah Peduli bersama Yayasan Gerakan Beramal Baik Kabupaten Ciamis terus menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, kedua lembaga tersebut kembali menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat yang mengalami krisis air, salah satunya di Desa Sukasari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Bantuan air bersih tidak hanya disalurkan di Kecamatan Banjarsari. Para relawan juga mendistribusikan air ke sejumlah wilayah lain di Ciamis Selatan, seperti Kecamatan Banjaranyar, Purwadadi, hingga Pamarican yang terdampak kekeringan akibat kemarau berkepanjangan.
Anggota Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Ciamis, Agus, mengatakan kegiatan pendistribusian air bersih tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa bulan lalu, ketika kondisi kemarau mulai menunjukkan dampak yang cukup ekstrem terhadap ketersediaan air bagi masyarakat.
“Sejak awal kami terus menjalin koordinasi dengan pemerintah setempat untuk menyosialisasikan program penyaluran air bersih kepada warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air,” ujar Agus.
Menurutnya, untuk memastikan ketersediaan pasokan air, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Langkah tersebut dilakukan agar distribusi bantuan tidak terkendala oleh keterbatasan sumber air.
Selain menggandeng PDAM, kegiatan sosial ini juga melibatkan berbagai unsur organisasi Muhammadiyah dan relawan kemanusiaan, di antaranya MDMC, Pemuda Muhammadiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB), serta sejumlah organisasi lainnya.
“Kolaborasi ini menjadi kekuatan utama sehingga penyaluran bantuan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Hingga saat ini, Muhammadiyah Peduli dan Yayasan Gerakan Beramal Baik Kabupaten Ciamis tercatat telah menyalurkan sekitar 35.000 liter air bersih ke berbagai wilayah terdampak kekeringan di Ciamis Selatan.
Agus memperkirakan kebutuhan masyarakat masih akan terus meningkat seiring musim kemarau yang belum berakhir. Namun demikian, pihaknya menegaskan komitmen untuk terus hadir membantu warga.
“Permintaan kemungkinan akan terus bertambah. Namun kami siap membantu sebagai bentuk komitmen dalam kegiatan sosial dan kepedulian terhadap sesama,” tuturnya.
Ia mengaku bersyukur karena setiap kegiatan distribusi air bersih selalu mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Air bersih ini memang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan distribusi, Muhammadiyah Peduli juga mendapat dukungan armada pengangkut air berupa truk yang dipinjamkan oleh salah seorang simpatisan Muhammadiyah. Dukungan tersebut dinilai sangat membantu kelancaran penyaluran bantuan ke daerah-daerah terdampak.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan armada yang diberikan. Bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi kelancaran kegiatan suplai air bersih ini,” kata Agus.
Sementara itu, perangkat Desa Sukasari, Akmal, menyampaikan apresiasi kepada Muhammadiyah Peduli dan Yayasan Gerakan Beramal Baik Kabupaten Ciamis yang telah membantu masyarakat menghadapi krisis air bersih.
“Bantuan ini sangat bermanfaat karena sebagian warga kami memang sudah mengalami kekurangan air bersih akibat musim kemarau panjang tahun ini,” ungkap Akmal.
Ia menjelaskan, terdapat beberapa wilayah di Desa Sukasari yang terdampak cukup parah. Di Dusun Sukamulya, sedikitnya empat RT mengalami kesulitan air bersih, sedangkan di Dusun Sukahurip terdapat satu RT yang juga terdampak.
“Alhamdulillah wilayah-wilayah tersebut kini sudah mendapatkan suplai air bersih dari Muhammadiyah Peduli sehingga kebutuhan dasar masyarakat dapat sedikit terbantu,” pungkasnya.(Rvn)








