Ciamis.Peristiwajabar.co.id – Seorang anak berusia lima tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang di Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, akhirnya ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Jumat (13/3/2026) pagi dalam kondisi meninggal dunia.
Korban diketahui bernama Arkenan Jowan Rahardi (5), warga Blok Perumahan Lembah Medina, Kelurahan Linggasari. Ia dilaporkan hilang pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 15.17 WIB.
Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Ciamis, hilangnya korban diduga bermula ketika anak tersebut mengejar balon yang terbang ke arah saluran air yang bermuara ke Sungai Ciluncat. Sejak saat itu korban tidak kembali ke rumah hingga malam hari.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan pemerintah setempat. Warga bersama aparat melakukan pencarian awal di sekitar kawasan Perumahan Lembah Medina.
Memasuki hari ketiga pencarian, Jumat (13/3/2026), tim SAR gabungan melanjutkan operasi sejak pukul 08.00 WIB. Operasi dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 menggunakan perahu milik BPBD Kabupaten Ciamis dengan empat personel. SRU 2 menggunakan perahu katir yang diisi personel gabungan BPBD, Basarnas, dan RAPI. SRU 3 menggunakan perahu Tagana dengan lima personel, sementara SRU 4 merupakan tim pendukung di darat yang terdiri dari unsur TNI, Polri, PMI, serta relawan.
Seluruh tim melakukan penyisiran ke arah hulu Sungai Citanduy secara bersamaan.
Sekitar pukul 09.15 WIB, korban akhirnya ditemukan di sekitar Leuwi Cariang, Kelurahan Benteng, dalam kondisi meninggal dunia.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan perahu menuju titik awal pencarian di Dermaga Bulak Biru. Pada pukul 09.56 WIB, jasad korban dibawa menggunakan ambulans PMI Kabupaten Ciamis menuju RSUD Ciamis untuk proses identifikasi.
Ambulans tiba di RSUD Ciamis sekitar pukul 10.10 WIB, dan identitas korban dipastikan sesuai dengan laporan orang hilang, yakni Arkenan Jowan Rahardi (5).
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Ciamis, Basarnas, Tagana, RAPI, TNI, Polri, PMI, serta relawan dan masyarakat setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar aliran sungai dan saluran air yang berpotensi membahayakan.( A.D)








