Kab.Tasikmalaya Peristiwajabar.co.id – Kondisi jalan rusak di Dusun Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya kembali menuai sorotan tajam. Akses yang tidak layak membuat warga terpaksa menggendong pasien menuju fasilitas kesehatan karena ambulans maupun kendaraan tidak dapat masuk ke wilayah tersebut.
Peristiwa memilukan itu dialami dua warga, Bu Iyet dan Asep. Keduanya harus digotong oleh keluarga dan warga untuk keluar dari rumah menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan, bahkan langsung menuju Puskesmas Cipatujah.
Bu Iyet digendong bersama oleh suaminya dan beberapa warga. Sementara Asep diangkut menggunakan tiang bambu yang dibalut sarung. Momen evakuasi tersebut sempat terekam dan diunggah akun TikTok @budakangon, memperlihatkan warga berjibaku membawa pasien melewati jalan tanah yang rusak.
Jalan di dusun tersebut masih berupa tanah merah dengan permukaan tidak rata serta dipenuhi retakan. Kondisi itu membuat mobilitas warga sangat terbatas, terlebih ketika harus membawa pasien dalam kondisi darurat.
Warga menilai, kerusakan jalan telah lama terjadi namun belum mendapat penanganan serius. Selama masa kepemimpinan mantan Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto, masyarakat mengaku belum pernah mendapat kunjungan ataupun perhatian terkait kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Kini harapan warga tertuju kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi agar segera turun tangan memperbaiki akses jalan yang dinilai krusial bagi keselamatan masyarakat.
Salah seorang warga, Encep, melontarkan kritik keras usai membantu proses evakuasi pasien.
“Gubernur Jabar Dedi Mulyadi punya slogan ngurus lembur tata kota, tapi akses kesehatan warga Desa Nagrog masih sulit. Bupati dan Wakil Bupati sering muncul di TikTok, IG, dan FB, tapi kenapa soal Dusun Ciranca tidak pernah ditanggapi? Jangan-jangan medsos hanya untuk pencitraan,” ujarnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak lagi menutup mata terhadap kondisi tersebut. Mereka khawatir, jika keadaan darurat kembali terjadi, keterlambatan penanganan medis akibat jalan rusak bisa mengancam keselamatan warga.
Jurnalis: Anwar W.








