Tasikmalaya, Peristiwajabar.co.id – 26 Juli 2026 Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tasikmalaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan prestasi santri melalui ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin). Komitmen tersebut disampaikan oleh Aang Iip Mubarok, S.Sy., perwakilan FKDT Kabupaten Tasikmalaya, saat menghadiri Porsadin Tingkat Kecamatan Sariwangi yang berlangsung di Kampung Cipaku, Desa Sukamulih, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (26/7/2026).
Dalam keterangannya, Aang. Iip Mubarok menjelaskan bahwa FKDT Kabupaten Tasikmalaya memiliki peran sebagai penggerak sekaligus pemberi motivasi kepada seluruh pengurus FKDT tingkat kecamatan agar mempersiapkan pelaksanaan Porsadin secara optimal. Menurutnya, ajang ini menjadi kesempatan bagi setiap peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik sebagai bekal menghadapi kompetisi di tingkat kabupaten.
Ia menuturkan, target FKDT Kabupaten Tasikmalaya pada penyelenggaraan Porsadin tahun ini adalah mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas kompetensi santri, terutama pada cabang-cabang yang menjadi bagian dari kurikulum Madrasah Diniyah dan dipertandingkan hingga tingkat provinsi maupun nasional.
“Untuk cabang olahraga, kami memfokuskan pada nomor-nomor yang relevan dan memungkinkan diikuti secara merata oleh seluruh peserta, seperti lomba lari,” ujarnya.
Terkait pembinaan peserta, Aang. Iip Mubarok menjelaskan bahwa proses pembinaan di tingkat kecamatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing FKDT kecamatan. Sementara itu, para juara yang berhasil lolos di tingkat kabupaten dan akan mewakili Kabupaten Tasikmalaya pada Porsadin tingkat provinsi akan mendapatkan pembinaan langsung dari FKDT Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan komitmen FKDT terhadap pelestarian seni dan budaya lokal. Namun, mengingat pelaksanaan Porsadin tahun ini berorientasi pada cabang perlombaan yang dipertandingkan di tingkat provinsi dan nasional, beberapa kategori seni budaya daerah untuk sementara belum menjadi prioritas.
Di akhir penyampaiannya, Aang. Iip Mubarok berpesan kepada panitia pelaksana dan dewan juri agar senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, objektivitas, dan keadilan selama proses perlombaan berlangsung. Ia berharap para juara yang terpilih benar-benar merupakan peserta terbaik berdasarkan kemampuan dan prestasi yang ditunjukkan selama kompetisi.
Lebih dari sekadar mengejar prestasi, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Porsadin sebagai wahana pembentukan karakter, sportivitas, serta penguatan akhlakul karimah. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah kompetisi harus berjalan seiring dengan pembinaan sikap dan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh pendidikan Madrasah Diniyah.
Melalui penyelenggaraan Porsadin, FKDT Kabupaten Tasikmalaya berharap dapat melahirkan generasi santri yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, olahraga, dan seni, tetapi juga memiliki karakter islami yang kuat sehingga mampu menjadi kebanggaan daerah di tingkat provinsi maupun nasional.( Asep.D)








