Tasikmalaya.Periatiwajabar.co.id – Menjelang bulan suci Ramadhan 2026, tradisi ziarah atau nyekar kembali ramai dilakukan umat Islam di Kota Tasikmalaya. TPU Cinehel dipadati peziarah dari dalam maupun luar kota yang datang untuk mendoakan keluarga sekaligus membersihkan makam.
Peningkatan jumlah peziarah terlihat signifikan, bahkan mencapai dua kali lipat dibandingkan hari biasa yang cenderung sepi. Momentum ini menjadi agenda rutin masyarakat setiap menjelang Ramadhan maupun Idulfitri.
Salah seorang peziarah, Elis Rahmawati, menuturkan bahwa ziarah ke makam orang tua menjadi prioritas utama sebelum mengunjungi makam leluhur atau tokoh agama.
“Ziarah ke makam orang tua dulu. Menjelang puasa harus ziarah. Banyak yang ke makam leluhur, tapi orang tua yang paling dekat jangan sampai tidak diziarahi. Itu sudah kebiasaan setiap tahun, nanti menjelang lebaran juga sama,” ujarnya.
Menurutnya, mendoakan orang tua adalah bentuk bakti yang harus diutamakan sebelum ziarah ke makam lainnya.
Ramainya peziarah turut membawa berkah bagi warga sekitar. Para pedagang bunga tabur yang menjadi kebutuhan utama peziarah mengaku meraup keuntungan signifikan. Salah seorang pedagang menyebutkan, dalam sehari ia bisa memperoleh keuntungan antara Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.
“Kalau lagi ramai begini lumayan. Di rumah belum tentu dapat Rp20 ribu,” katanya.
Tak hanya pedagang bunga, penjual bakso hingga tukang sapu makam juga merasakan dampak positif dari meningkatnya kunjungan di kawasan TPU Cinehel.
Selain nyekar, sebagian masyarakat juga menjalankan tradisi munggahan atau makan bersama sebagai bentuk syukur menyambut Ramadhan. Beragam tradisi tersebut menjadi warisan turun-temurun yang terus dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat.
Jurnalis : Anwar.W








