Tasikmalaya.Peristiwajabar.co.id – Perjuangan para guru di SDN Ciranca, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, menyentuh hati publik setelah sebuah video yang diunggah melalui akun TikTok resmi PGRI Kecamatan Cipatujah viral di media sosial. Video berjudul “Guru SDN Ciranca Rela Terjang Jalan Berlumpur Demi Mengajar” itu memperlihatkan realitas pahit yang harus dilalui para pendidik demi sampai ke ruang kelas.
Dalam tayangan tersebut, seorang guru terlihat mengendarai sepeda motor biru-putih dengan nomor polisi Z 3325 PV melintasi jalan tanah merah yang penuh lekukan dan lumpur. Jalan yang dikelilingi pepohonan hijau serta rumah-rumah sederhana itu menggambarkan kondisi pedesaan yang hingga kini masih kekurangan akses infrastruktur layak.
Pesan yang disampaikan dalam video itu pun begitu menyentuh.
“Sepatu kotor bisa dicuci, seragam berlumpur bisa diganti. Tapi semangat anak-anak di SDN Ciranca untuk belajar tak boleh layu karena akses yang sulit. Kadang lelah, kadang ingin mengeluh saat motor tertahan lumpur, tapi melihat senyum mereka di kelas adalah alasan untuk kembali lagi besok pagi. Perjuangan ini adalah ibadah,” demikian pesan yang tertulis dalam unggahan tersebut.
Konten yang telah memperoleh lebih dari 134 tanda suka, 58 komentar, dan 15 kali dibagikan itu tak hanya menggugah empati, tetapi juga menjadi seruan halus yang menyindir pemerintah agar lebih peka terhadap kondisi daerah terpencil.
Melalui unggahan tersebut, seorang guru juga menyampaikan harapan kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi agar membuka mata dan hati melihat kondisi yang dialami para guru di pelosok.
“Semoga pada malam Nuzulul Qur’an ini, pejabat publik dapat membuka pintu hati dan mata batin untuk melihat perjuangan para guru kami,”ungkapnya dalam video tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terkait kondisi jalan yang menjadi akses utama para guru menuju SDN Ciranca.
Sementara itu, dukungan terus mengalir dari masyarakat di kolom komentar. Salah satu pengguna akun, devi.astria84, menuliskan, *“Semangatt teman-teman… insyaallah Allah tidak tidur, tahu akan perjuangan kita.”
Kisah para guru di Ciranca ini menjadi pengingat bahwa di balik cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa, masih ada perjuangan sunyi yang harus menembus lumpur, sementara harapan terhadap pembangunan jalan yang layak masih menunggu untuk benar-benar diwujudkan.
Jurnalis : Anwar.W








