Tasikmalaya.Peristiwajabar.co.id – Kondisi fisik Sekolah Dasar Negeri (SDN) Datar di Desa Sindangkerta, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, memprihatinkan dan menjadi sorotan masyarakat setempat. Bangunan sekolah yang telah berdiri sekitar 76 tahun itu kini mengalami kerusakan parah, mulai dari langit-langit retak hingga berlubang, serta jendela yang rusak, sehingga dinilai tidak lagi layak untuk menunjang proses belajar mengajar.
Meski pada tahun 2025 pemerintah kabupaten melalui Dinas Pendidikan sempat memberikan bantuan revitalisasi, perbaikan tersebut hanya menyentuh sebagian kecil area sekolah. Kondisi keseluruhan bangunan masih jauh dari memadai. Padahal sejak 2013 masyarakat telah berulang kali mengeluhkan minimnya perhatian terhadap pembangunan sekolah tersebut. Hingga kini, SDN Datar bahkan masih kekurangan meja belajar untuk para siswa.
Tirta Ganda, warga Karanganyar Desa Sindangkerta yang juga aktif memperhatikan pendidikan di daerah itu, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi sekolah. Menurutnya, banyak bangunan sekolah di wilayah pedesaan yang sudah tidak layak, namun belum mendapatkan perhatian serius.
“Harapan saya pemerintah lebih mementingkan pembangunan sekolah. Miris melihat kondisi sekolah yang banyak sudah rusak dan tidak layak. Saya hanya bisa membantu memperbaiki yang ringan-ringan saja,” ujarnya. Ia juga berharap Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dapat turun langsung melihat kondisi sekolah-sekolah di daerah terpencil yang membutuhkan perhatian lebih.
Keluhan serupa juga disampaikan seorang guru di SDN Datar yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut sekolah tersebut hampir tiga dekade tidak mendapatkan perbaikan signifikan.
“Sekolah ini hampir 30 tahun tidak mendapatkan perbaikan besar. Tahun 2025 kemarin hanya mendapat sedikit bantuan revitalisasi, padahal kondisinya sudah tidak layak,” ungkapnya.
Masyarakat dan para guru berharap Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, dapat meninjau langsung kondisi sekolah tersebut. Mereka berharap adanya evaluasi terhadap alokasi bantuan revitalisasi agar pembangunan sekolah dapat dilakukan lebih merata, terutama di wilayah pedesaan.
“Anak-anak berhak mendapatkan fasilitas belajar yang aman dan kondusif. Karena itu, kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata,” pungkas salah satu warga.
Jurnalis : Anwar.W








