Kab.Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti akses utama warga di Dusun Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Jalan yang dijuluki sebagai “Jalan Kahirupan Utama” itu hingga kini belum tersentuh pembangunan memadai dan masih berupa tanah berlumpur yang becek, terutama saat hujan turun.
Situasi tersebut bukan sekadar persoalan infrastruktur biasa, melainkan telah menjadi hambatan serius bagi aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan yang seharusnya menjadi nadi kehidupan warga justru berubah menjadi jalur yang menyulitkan. Dalam dokumentasi foto yang diterima redaksi, tampak seorang warga harus berjuang keras mengendarai sepeda motor melewati jalan licin penuh lumpur dan batu.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap mobilitas warga, mulai dari berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, hingga mengangkut hasil pertanian. Jalan yang tak layak ini seakan memperlambat roda kehidupan masyarakat Desa Nagrog.
“Semoga ada perubahan,” menjadi ungkapan sederhana namun sarat harapan dari warga. Mereka mendambakan adanya perhatian serius dari pemerintah agar jalan tersebut segera diperbaiki, baik melalui pengaspalan maupun pengerasan.
Perwakilan warga, Encep, turut menyuarakan kekecewaannya terhadap kondisi yang tak kunjung berubah. Ia menilai perhatian pemerintah daerah belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat di wilayahnya.
Sorotan juga diarahkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, yang dinilai aktif di media sosial, namun belum menghadirkan solusi nyata bagi persoalan infrastruktur di lapangan.
Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Warga menyebut, harapan pembangunan jalan tersebut telah bergulir sejak masa kepemimpinan Ade Sugianto sekitar lima tahun lalu. Namun hingga kini, janji tersebut belum juga terwujud.
Kini, masyarakat Desa Nagrog menggantungkan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan juga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar segera turun tangan dan merealisasikan pembangunan jalan yang menjadi urat nadi kehidupan mereka.
Di tengah geliat pembangunan di berbagai daerah, ironi di Desa Nagrog menjadi potret bahwa masih ada wilayah yang tertinggal dan membutuhkan perhatian lebih. Jalan “Kahirupan Utama” bukan sekadar akses, melainkan simbol harapan warga akan kehidupan yang lebih layak dan bermartabat.
Sumber foto: Masyarakat Desa Nagrog
Jurnalis : Anwar.W








