Tasikmalaya, Peristiwajabar.co.id.- 30 Mei 2026. Upaya memperkuat kapasitas organisasi profesi guru terus dilakukan di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya. Pengurus Cabang (PC) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang membawahi Kecamatan Cikatomas, Salopa, Pancatengah, dan Cikalong menggelar kegiatan Orientasi Tata Kerja dan Tata Kelola Organisasi di Aula GOR PGRI Kecamatan Cikatomas, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkokoh fondasi organisasi sekaligus menyamakan persepsi terkait tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan akuntabel. Seluruh jajaran pengurus dari empat cabang hadir dengan penuh antusiasme, menunjukkan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Turut hadir memberikan pembinaan dan arahan, Sekretaris PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Ade Dasmana, M.Si., serta Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Jajang Iskandar, M.Pd. Kehadiran unsur pimpinan daerah dinilai penting untuk memastikan keselarasan program dan kebijakan organisasi dari tingkat cabang hingga kabupaten.
Mengusung tema “PGRI yang kuat dan bermanfaat lahir dari pengurus yang paham aturan dan nilai-nilai organisasi”, orientasi tersebut membahas berbagai aspek mendasar organisasi, mulai dari mekanisme kerja, pembagian tugas dan kewenangan, hingga implementasi prinsip tata kelola yang berorientasi pada pelayanan anggota.
Ketua PC PGRI Cikatomas, Nana Sukmana, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan organisasi di tingkat cabang.
“Organisasi yang kuat lahir dari tata kelola yang baik dan kolaborasi yang erat. Kami ingin PGRI di Cikatomas, Salopa, Pancatengah, dan Cikalong menjadi rumah besar bagi para guru, tempat aspirasi dihimpun serta wadah untuk mendorong kemajuan pendidikan daerah,” ujarnya.
Menurut Nana, pemahaman yang utuh terhadap tugas pokok dan fungsi organisasi menjadi syarat utama agar setiap pengurus mampu menjalankan amanah secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Dalam kesempatan yang sama, Ade Dasmana menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif empat cabang yang berkolaborasi menyelenggarakan orientasi secara bersama-sama. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan keseriusan pengurus dalam membangun organisasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan guru.
“Pengurus tidak cukup hanya memiliki jabatan organisasi, tetapi juga harus memahami aturan, hak, dan kewajiban dalam berorganisasi. PGRI harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga harkat, martabat, dan hak-hak guru, termasuk dalam pembinaan profesi, perlindungan hukum, serta peningkatan kesejahteraan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Jajang Iskandar, menekankan pentingnya sinergi antarwilayah sebagai modal utama dalam memperkuat kapasitas organisasi.
Menurutnya, hasil orientasi harus diwujudkan dalam program kerja yang konkret dan berdampak langsung bagi anggota.
“Kolaborasi antar cabang akan memperkuat advokasi serta meningkatkan kualitas layanan organisasi. Jadilah pengurus yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata bagi para guru yang diwakili,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh peserta didorong untuk memastikan setiap kebijakan dan program organisasi berjalan secara terstruktur, terukur, dan tepat sasaran. Fokus utama diarahkan pada peningkatan kualitas layanan kepada anggota, baik dalam pengembangan profesionalisme maupun perlindungan profesi guru.
Semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan turut tercermin melalui berbagai dokumentasi dan apresiasi yang dibagikan peserta. Salah satu pengurus, Andy Suandy, menyampaikan optimisme terhadap kekuatan kolaborasi empat cabang dalam membangun pendidikan yang lebih baik melalui unggahan media sosial yang mendapat respons positif dari kalangan pendidik dan masyarakat.
Usai kegiatan, para pengurus berkomitmen menjadikan PGRI di wilayah selatan Kabupaten Tasikmalaya sebagai organisasi yang semakin profesional, inovatif, dan berdaya saing. Langkah tersebut sejalan dengan visi besar PGRI dalam mewujudkan profesi guru yang bermartabat, terlindungi, dan menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Dengan tata kelola organisasi yang semakin kuat dan matang, masyarakat pendidikan berharap lahir berbagai program unggulan yang mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Tasikmalaya, sekaligus memperkuat peran guru sebagai agen perubahan dalam pembangunan bangsa.
Jurnalis :Anwar. W








