Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id —Semangat kemerdekaan tak selalu hadir dalam bentuk seremoni. Di Desa Sarimanggu, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, makna kemerdekaan justru dirasakan warga melalui sebuah jalan baru yang kini lebih layak dilalui.jumat 4/092026 Jawabarat
Jalan penghubung sepanjang 98 meter antara Desa Sarimanggu dan Desa Karangmekar yang sebelumnya sempit, berlubang, dan sulit dilintasi, kini berubah. Permukaannya telah beraspal rapi dan mulus. Pintu gerbang serta pagar pembatas bernuansa merah putih turut mempercantik akses tersebut.
Yang menarik, pembangunan jalan itu bukan berasal dari program pemerintah, melainkan digerakkan dan didanai secara mandiri oleh Rohman, seorang pengusaha ayam asal Kampung Rancapetir yang bukan warga Desa Sarimanggu.
Sebuah gerbang bertuliskan “HUT RI ke-81” kini berdiri di lokasi tersebut. Bukan sekadar ornamen, gerbang itu menjadi simbol kebersamaan sekaligus pesan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak mengenal batas wilayah tempat tinggal.
Rohman mengatakan, pembangunan jalan tersebut berangkat dari kebutuhan masyarakat akan akses transportasi yang lebih baik. Ia berharap keberadaan jalan dapat memberikan dampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian warga.
“Sesuai keinginan masyarakat, jalan ini kini sudah terwujud. Agar masyarakat nyaman, kami ingin menitipkan diri karena ikut berusaha di sini. Semoga dengan terbangunnya jalan ini, perekonomian masyarakat Desa Sarimanggu semakin tumbuh dan berkembang,” ujar Rohman.
Apresiasi atas pembangunan tersebut disampaikan Kepala Desa Sarimanggu, Indra, yang berasal dari Kampung Rancagobang RW 04, Dusun Rancasengit.
Secara simbolis, Indra menyerahkan bingkisan kepada Rohman sebagai bentuk terima kasih atas kepedulian dan kontribusinya terhadap masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Desa Sarimanggu dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Rohman yang telah membantu membangun jalan sepanjang 98 meter,” kata Indra.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut bukan hanya memperbaiki akses transportasi, tetapi juga berpotensi menggerakkan roda perekonomian desa.
“Kepedulian beliau sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan dapat menumbuhkan perekonomian desa,” ujarnya.
Indra juga mendoakan agar kepedulian tersebut berbalas keberkahan, terutama bagi kesehatan dan kelancaran usaha Rohman.
“Semoga di bulan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, beliau diberikan kesehatan, kelancaran usaha, tambah rezeki, dan semakin maju usaha ayamnya. Semoga kebaikan ini dibalas berlipat ganda,” tutur Indra.
Bagi warga, perubahan kondisi jalan terasa nyata. Sebelum diperbaiki, akses tersebut menjadi salah satu titik yang menyulitkan mobilitas, terlebih ketika musim hujan tiba.
Kini, kendaraan dapat melintas dengan lebih nyaman dan aman. Aktivitas warga pun menjadi lebih mudah.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Rohman yang telah membangunkan jalan ini. Dulu jalannya sempit, berlubang, dan sulit dilalui, kini mulus dan nyaman. Semoga usaha beliau semakin berkembang, berkah, dan diberi kesehatan,” ujar seorang warga.
Warga lainnya menilai perbaikan jalan turut membuka peluang ekonomi yang lebih besar. Akses yang lebih baik membuat hasil pertanian dan peternakan lebih mudah dibawa menuju pasar.
“Jalan mulus berarti ekonomi mulus. Hasil tani dan ternak kami kini lebih mudah dibawa ke pasar. Terima kasih, semoga kebaikan ini dibalas berlipat ganda,” katanya.
Pembangunan jalan sepanjang 98 meter tersebut kini menjadi fasilitas penting bagi mobilitas masyarakat. Selain memperlancar transportasi sehari-hari, jalan itu membantu distribusi hasil pertanian dan peternakan, menekan biaya angkutan, mengurangi risiko kerusakan kendaraan, sekaligus mempercantik lingkungan desa.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, jalan tersebut memperlihatkan bagaimana kepedulian personal dapat memberikan dampak sosial yang dirasakan banyak orang.
Di tengah perayaan kemerdekaan, kisah dari Desa Sarimanggu menjadi pengingat bahwa membangun Indonesia tidak selalu harus dimulai dari proyek besar. Terkadang, cukup dengan membangun jalan yang dibutuhkan masyarakat—lalu membiarkan manfaatnya mengalir dari satu rumah ke rumah lainnya.
Sebuah jalan mungkin hanya membentang sepanjang 98 meter. Namun bagi warga yang setiap hari melewatinya, jalan itu menjadi penghubung menuju aktivitas, penghidupan, dan harapan yang lebih baik.
Jurnalis Anwar.W








