Ciamis. Peristiwajabar.co.id – Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Surya Langit Kencana, Desa Sindangsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rizky Nicholas atau yang akrab disapa Nico, membeberkan secara terbuka pengelolaan anggaran BUMDes, termasuk dana program ketahanan pangan yang saat ini dikelola lembaganya.
Dalam keterangannya, Nico menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran dilakukan secara transparan, mulai dari penyertaan modal BUMDes hingga dana ketahanan pangan yang dipercayakan pemerintah desa untuk mendukung sektor perikanan dan pertanian.
Menurut Nico, BUMDes Surya Langit Kencana telah menjalankan berbagai unit usaha sejak memperoleh penyertaan modal dari Pemerintah Desa Sindangsari. Salah satu usaha yang masih berjalan hingga saat ini adalah budidaya ikan hias jenis cupang.
“Sampai saat ini usaha budidaya ikan hias cupang masih berjalan. Dari usaha tersebut kami sudah memperoleh hasil, bahkan sudah mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD),” ujar Nico, Kamis (30/7/2026).
Selain itu, Nico membenarkan bahwa BUMDes kini mengelola anggaran program ketahanan pangan senilai Rp240 juta. Dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan sektor perikanan, pertanian, serta pembangunan infrastruktur pendukung.
“Dari anggaran Rp240 juta itu kami alokasikan untuk pembelian bibit ikan gurame dan lele, kemudian untuk sektor pertanian berupa penanaman bawang merah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, seluruh kebutuhan anggaran telah dirinci dalam proposal yang diajukan sebelumnya. Rincian tersebut menjadi dasar pelaksanaan program agar penggunaan dana sesuai dengan perencanaan.
Menurut Nico, anggaran sekitar Rp177,5 juta digunakan untuk pengadaan bibit ikan lele dan gurame. Sementara sekitar Rp62,5 juta dialokasikan untuk sektor pertanian, termasuk pembangunan infrastruktur berupa pengarugan lahan sawah sebagai penunjang kegiatan pertanian.
Sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat, BUMDes juga tengah menyusun laporan penggunaan anggaran secara terbuka. Laporan tersebut, kata Nico, akan dipublikasikan melalui media informasi berupa spanduk agar masyarakat dapat mengetahui rincian penggunaan dana.
“Seluruh anggaran ketahanan pangan sudah terserap sesuai peruntukannya. Laporan pertanggungjawaban juga sudah kami sampaikan kepada Inspektorat, dan sampai saat ini tidak ada permasalahan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sindangsari, Darusman, membenarkan bahwa pengelolaan anggaran ketahanan pangan memang diserahkan kepada BUMDes Surya Langit Kencana sesuai mekanisme yang berlaku.
Ia menegaskan, pemerintah desa terus melakukan pengawasan agar penggunaan anggaran berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Seluruh anggaran sudah kami salurkan kepada BUMDes. Sampai saat ini kami belum menemukan adanya permasalahan. Pemerintah desa juga terus melakukan pengawasan agar penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran,” kata Darusman.
Keterbukaan yang disampaikan pengelola BUMDes tersebut diharapkan mampu menjawab berbagai pertanyaan publik mengenai pengelolaan dana desa, sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola yang transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.( Rvn)








