Ciamis. Peristiwajabar.co.id – Sorotan terhadap kondisi lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang sebelumnya disebut terlihat kumuh dengan sejumlah sampah berserakan di area sekolah, mendapat tanggapan dari pihak sekolah.
Kepala SMPN 2 Banjarsari, Apri Ebtiyani, menjelaskan kondisi tersebut tidak terlepas dari sejumlah aktivitas pembangunan yang tengah berlangsung di lingkungan sekolah, khususnya program revitalisasi beberapa bangunan.
Saat ditemui di sekolah, Senin (31/8/2026), Apri mengatakan pihak sekolah sengaja membatasi aktivitas siswa maupun guru di area tertentu yang saat ini menjadi bagian dari jalur pekerjaan revitalisasi.
“Untuk sementara pihak sekolah memang memberikan imbauan agar para siswa tidak beraktivitas di lingkungan tersebut. Kami khawatir masih terdapat material bekas pembongkaran seperti paku dan besi yang tertinggal,” kata Apri.
Menurut dia, pembatasan aktivitas itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang dapat menimpa siswa maupun guru.
Namun, kebijakan tersebut memiliki konsekuensi terhadap kondisi lingkungan. Area yang jarang digunakan untuk aktivitas warga sekolah membuat rumput mulai meninggi dan masih ditemukan sisa material maupun sampah di sejumlah titik.
“Konsekuensinya, kondisi rumput mulai meninggi dan masih ada sisa sampah yang tertinggal di lingkungan sekolah sehingga terlihat kotor dan kumuh,” ujarnya.
Apri juga menyebut padatnya agenda sekolah dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia turut memengaruhi pengelolaan kebersihan lingkungan sekolah.
Menurut dia, saat momentum tersebut SMPN 2 Banjarsari mendapat sejumlah tugas untuk mendukung kegiatan upacara, mulai dari paduan suara, drum band hingga Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
“Tidak hanya siswa, para guru pun hampir semuanya dilibatkan. Ternyata kondisi tersebut juga berdampak pada kebersihan lingkungan sekolah,” katanya.
Meski demikian, Apri mengakui munculnya sorotan mengenai kondisi lingkungan sekolah menjadi catatan penting bagi pihaknya. Ia menyatakan terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat.
“Saya sangat menerima setiap masukan dan kritik terhadap lembaga yang saat ini saya pimpin. Munculnya informasi bahwa sekolah terlihat kumuh tentu akan menjadi bahan evaluasi bagi saya,” ucapnya.
Ia menegaskan kondisi lingkungan yang terlihat kotor tersebut tidak menggambarkan keseluruhan area sekolah. Menurut Apri, bagian yang menjadi sorotan terutama berada di area tengah lapangan yang saat ini digunakan sebagai jalur untuk mendukung pekerjaan revitalisasi bangunan.
“Namun saya tegaskan, lingkungan yang kotor itu hanya bagian tengah lapangan yang saat ini digunakan sebagai jalur untuk keperluan revitalisasi bangunan sekolah,” tuturnya.
Apri memastikan upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah tetap dilakukan secara rutin. Salah satunya melalui kegiatan kerja bakti dan program Jumat Bersih yang melibatkan warga sekolah.
“Di setiap kesempatan kami selalu mengimbau dan mengajak para siswa maupun guru. Kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan rasa kepedulian warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.
Klarifikasi tersebut menjadi respons pihak sekolah atas sorotan terhadap kondisi lingkungan SMPN 2 Banjarsari. Di sisi lain, berlangsungnya pekerjaan revitalisasi membuat penataan dan kebersihan area tertentu menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian selama proses pembangunan berlangsung.(Rvn)








