Kab. Tasikmalaya. Peristiwajabar.cp.id – Senin 11/05/2026. Galasin Barudak Live Fest 2026 hadir sebagai ajang pelestarian kaulinan barudak atau permainan tradisional Sunda yang kini mulai jarang dimainkan generasi muda. Mengusung tema “Pesta Rakyat Kaulinan Barudak”, kegiatan ini difasilitasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2026.
Festival yang digelar di wilayah Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya. tepatnya dilapangan sekolah SMPN 1 Rajapolah yang menampilkan lomba permainan tradisional Galasin, Hadangan, atau yang lebih dikenal dengan Gobak Sodor. Permainan rakyat yang dahulu populer di kalangan anak-anak ini kini mulai ditinggalkan seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola bermain masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, permainan Galasin dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari tiga hingga empat orang. Satu regu bertugas sebagai penyerang dan regu lainnya sebagai penjaga. Permainan dilakukan di lapangan berbentuk persegi panjang yang dibagi menjadi beberapa kotak dengan garis pembatas.
Regu penyerang harus melewati seluruh garis dari titik awal hingga garis akhir, kemudian kembali lagi ke garis awal tanpa tersentuh penjaga. Sementara itu, regu penjaga bertugas menghadang dan menyentuh pemain lawan yang melewati garis yang dijaganya. Jika pemain penyerang tersentuh, maka posisi permainan akan bertukar.
Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kembali, mengingatkan, sekaligus melestarikan budaya kaulinan barudak di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Penyelenggara berharap permainan tradisional seperti Galasin dapat kembali menjadi aktivitas rutin anak-anak sekolah maupun masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat menjadi agenda tahunan, mulai dari tingkat daerah hingga nasional, bahkan mampu dikenal oleh masyarakat internasional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh masyarakat, dan komunitas budaya, di antaranya tim monitoring dari Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Camat Rajapolah, unsur TNI-Polri, kepala desa, kepala sekolah, organisasi kepemudaan, hingga para pelaku seni dan budaya.
Dalam sambutannya, Camat Rajapolah menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan festival tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin di tingkat kecamatan.
Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Rofi, mengungkapkan rasa bangganya atas kepedulian masyarakat dalam melestarikan kaulinan barudak. Ia juga menyampaikan rencana penyelenggaraan festival atau pasanggiri budaya di Rajapolah yang akan digelar oleh Komisi IV DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Perwakilan bidang kebudayaan yang hadir dalam acara tersebut juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan dan mengajak masyarakat, baik individu maupun komunitas, untuk aktif mengembangkan kegiatan pelestarian budaya. Saat ini, berbagai program fasilitasi pemajuan kebudayaan disebut telah dibuka untuk mendukung kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Tasikmalaya.
Ketua penyelenggara kegiatan, A.Sukirman, menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya acara tersebut.
“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat dan seluruh pihak yang telah terlibat sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar, aman, dan sukses. Kami juga memohon maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan kegiatan dan berharap kritik serta saran demi perbaikan di masa mendatang,” ujarnya. ( Asep Dian )








