Ciamis – Jembatan Cise’el penghubung dua kecamatan antara purwadadi dan banjarsari Kabupaten Ciamis Jawa Barat, tepatnya bilangan pasar Ciawitali purwadadi dan kini bangunan jembatan tersebut menurut informasi sudah berumur sekitar kurang lebih tiga puluh tahun. Rabu 18/05/2022
Adapun pengguna jalan jembatan Cise’el tersebut antara lain warga masyarakat Banjarsari, yang punya aktifitas diwilayah purwadadi seperti salahsatunya pedagang yang biasa jualan dipasar Ciawitali dan begitu pula warga Purwadadi yang menuju Banjarsari.
Menurut Mamat salah satu warga pedagang pasar Ciawitali
memang jembatan Cise’el penghubung dua kecamatan ini merupakan jalan utama bagi warga masyarakat yang hendak melintas beraktifitas.
“Tapi agak takut serta khawatir kalau melihat bangunan jembatan sekarang,
sekilas dilihat mungkin jembatan Cise’el Ciawitali masih kuat dan masih bisa dilewati oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.
Tetapi menurut beberapa orang yang paham tentang konstruksi jembatan Cise’el tersebut harus segera ada perbaikan serta perhatian serius dari pemerintah kabupaten Ciamis.”ucapnya
Adapun keterangan dari perwakilan dinas. Joni Hermawan selaku Staf pelaksana Bidang jalan dan jembatan UPTD PU untuk wilayah banjarsari.., terkait jembatan Cise’el kami UPTD sudah mengusulkan dari tahun sebelumnya kepada Dinas PUPR kabupaten Ciamis mungkin masih dalam pembahasan mengenai anggarannya dan untuk kedepannya dari kami meminta di agendakan secepat mungkin.
Lanjut joni.” Dikarenakan sekarang kondisi Jembatan tersebut dikhawatirkan posisinya sudah rentan dan apalagi bila sering dilintasi kendaraan besar, itu akan semakin dampak getaran serta goyang dan takutnya ada hal yang tidak di inginkan.”tandasnya
Iapun menambahkan bahwa jembatan Cise’el ini umurnya kurang lebih tigapuluh tahunan, juga belum lama beberapa tahun kebelakang sudah pernah diperbaiki dampak dari gempa tahun 2013 yang menimbulkan pergeseran.
Selain itu melihat kondisi serta usulan harus cepat ditangani untuk antisipasi takutnya getaran tersebut membuat dampak ke pergeseran lain.” Menurutnya
Adapun yang harus diganti yaitu terkait pancang jembatan karena itu mungkin sudah tidak kuat, apalagi didalam sungai pas tengah dibawah jembatan ada sampah bongkahan akar bambu yang bisa menyebabkan aliran air sungai terbelah dua
“Juga bisa menghantam pancang serta terkikisnya tanah pinggiran dan apabila pengerjaanpun harus disterilkan dulu bongkahan akar bambunya.” Pungkasnya
Journalist ; Asep Dian (Asdi)








