Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kreativitas warga pedesaan kembali menjadi warna tersendiri menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Di Kampung Sukahurip, RT 013/RW 007, Dusun Bojong, Desa Pakalongan, Kecamatan Sodong, Kabupaten Tasikmalaya, seorang warga bernama Mang Nanang menghadirkan karya kerajinan yang diberi nama Kimcirna.
Karya tersebut lahir dari keterampilan tangan dan kreativitas sederhana, dengan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekitar. Kimcirna menjadi salah satu karya yang berkembang di Kampung Kreatif Kellexer, sebuah ruang kreativitas warga yang berada di tengah suasana perkampungan dengan lanskap alam yang masih asri.
Bagi warga setempat, keberadaan karya tersebut bukan sekadar menghadirkan bentuk seni baru. Kimcirna juga menjadi gambaran bahwa kreativitas dapat tumbuh dari lingkungan sederhana, tanpa harus bergantung pada peralatan atau fasilitas yang mahal.
Mang Nanang mengandalkan keterampilan tangan, ketekunan, dan gagasan kreatif dalam menghasilkan Kimcirna. Material yang tersedia di sekitar kemudian diolah menjadi karya yang memiliki nilai guna sekaligus estetika.
Suasana Kampung Sukahurip yang dikelilingi perbukitan hijau, udara sejuk, serta rumah-rumah dengan karakter tradisional turut memberikan nuansa tersendiri bagi berkembangnya aktivitas kreatif warga.
Karya Kimcirna mendapat perhatian dari masyarakat Desa Pakalongan. Rina, salah seorang warga, mengapresiasi kreativitas Mang Nanang yang dinilainya menunjukkan adanya potensi lokal yang selama ini tumbuh di lingkungan masyarakat.
“Saya sangat kagum dengan karya Kimcirna buatan Mang Nanang. Ini membuktikan bahwa di kampung kita sendiri, di Kampung Sukahurip, tersimpan potensi kreatif yang luar biasa,” ujar Rina.
Menurut dia, kreativitas tersebut dapat menjadi bagian dari identitas Kampung Sukahurip sekaligus mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Tanpa peralatan mahal, hanya bermodal tangan terampil dan semangat, Mang Nanang menciptakan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga mengangkat nama baik Dusun Bojong, Desa Pakalongan, Kecamatan Sodong,” katanya.
Rina berharap keberadaan Kampung Kreatif Kellexer dapat terus berkembang dan menjadi ruang bagi lahirnya karya-karya baru dari masyarakat.
“Semoga Kampung Kreatif Kellexer terus berkembang, melahirkan lebih banyak karya, dan menjadi kebanggaan warga. Kreativitas warga adalah kekayaan yang tak ternilai,” ujarnya
Semangat berkarya warga Kampung Sukahurip juga mendapat momentum menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kimcirna menjadi salah satu karya yang dipersembahkan untuk memeriahkan suasana peringatan kemerdekaan di lingkungan masyarakat.
“Karya ini juga kami persembahkan untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81. Semoga di usia ke-81 ini, kemerdekaan kita semakin berarti dengan kreativitas warga yang terus berkarya dan memajukan daerah sendiri,” tutur Rina.
Kampung Kreatif Kellexer pun diharapkan tidak berhenti pada satu karya. Warga berharap ruang kreativitas tersebut dapat menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menjaga nilai-nilai dan kreativitas khas daerah.
Ke depan, masyarakat berharap karya seperti Kimcirna dapat dikenal lebih luas, tidak hanya di tingkat desa dan kecamatan, tetapi juga di luar Desa Pakalongan.
Bagi warga Kampung Sukahurip, kreativitas menjadi salah satu cara sederhana untuk menunjukkan bahwa potensi daerah dapat tumbuh dari tangan masyarakat sendiri. Di tengah semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI, karya Mang Nanang menjadi bagian dari cerita tentang bagaimana sebuah kampung terus berupaya menciptakan sesuatu dari apa yang dimilikinya.
“Kampung Kreatif Kellexer – tempat tangan warga menciptakan keindahan dari alam, untuk dunia. Merdeka!”
Jurnalis Anwar.W








