Ciamis. Peristiwajabar.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis memperkuat koordinasi di bidang pengamanan, pembinaan, dan pelayanan pemasyarakatan menyusul adanya pergantian sejumlah pejabat di lingkungan lapas.Senin 31/08/2026/ Jawabarat
Pergantian pejabat tersebut dinilai sebagai bagian dari dinamika organisasi dan diharapkan tidak mengganggu keberlangsungan tugas serta pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat.
Robin, salah satu pejabat jajaran Lapas Ciamis, mengatakan proses pergantian dalam sebuah organisasi merupakan hal yang wajar. Menurut dia, kesinambungan tugas dan pelayanan tetap menjadi perhatian utama meski terjadi perubahan personel.
“Dinamika birokrasi merupakan bagian dari proses organisasi. Pergantian pejabat diharapkan tidak mengganggu pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada warga binaan maupun masyarakat,” ujar Robin, Senin (31/8/2026).
Dalam pergantian tersebut, Krisna bergabung sebagai pejabat yang menangani bidang pembinaan. Ia menggantikan pejabat sebelumnya yang mendapat penugasan di tempat lain.
Selain itu, Lapas Ciamis juga kedatangan Reza Zaini yang sebelumnya bertugas di Tangerang. Reza kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Ciamis.
Robin mengatakan, jajaran Lapas Ciamis juga memperkenalkan sejumlah pejabat pengawas yang menangani berbagai urusan administratif dan operasional.
Koordinasi dengan jajaran pejabat tersebut, kata dia, terbuka bagi masyarakat maupun media, khususnya dalam memperoleh informasi mengenai kegiatan pembinaan serta administrasi pemasyarakatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Reza menegaskan komitmennya memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas Ciamis. Salah satu fokus utama adalah mencegah masuknya narkoba, telepon seluler, serta berbagai barang terlarang lainnya.
Upaya pencegahan dilakukan melalui pemeriksaan badan dan penggeledahan barang bawaan pengunjung. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari prosedur pengamanan yang diterapkan di lingkungan lapas.
Selain pemeriksaan rutin, petugas juga melakukan inspeksi mendadak atau sidak secara insidentil sebagai bagian dari deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Pelaksanaan sidak melibatkan unsur terkait, termasuk jajaran keamanan dan ketertiban serta bidang pembinaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan lingkungan lapas tetap aman sekaligus mencegah peredaran barang terlarang di dalam lapas.
Di sisi lain, Lapas Ciamis terus menjalankan program pembinaan bagi warga binaan melalui pembinaan kepribadian dan pembinaan kemandirian.
Krisna mengatakan, pembinaan kepribadian diarahkan antara lain melalui kegiatan keagamaan dan pembentukan karakter. Sementara pembinaan kemandirian dilakukan melalui berbagai kegiatan keterampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Sejumlah kegiatan produktif telah dikembangkan, di antaranya pembuatan berbagai produk kerajinan serta kegiatan keterampilan lainnya.
Menurut Krisna, program pembinaan tersebut bukan sekadar kegiatan tambahan selama warga binaan menjalani masa pidana. Pembinaan merupakan bagian dari fungsi pemasyarakatan dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dengan hadirnya sejumlah pejabat baru, Lapas Kelas IIB Ciamis memastikan koordinasi antarseksi tetap berjalan. Penguatan koordinasi tersebut diarahkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan serta pelayanan pemasyarakatan.
Pergantian personel di lingkungan Lapas Ciamis pun diharapkan menjadi bagian dari penguatan organisasi tanpa mengurangi kesinambungan pelaksanaan tugas kepada warga binaan maupun masyarakat.( Asdi )








