Tasikmalaya,Peristiwajabar.co.id – 1 Juli 2026 Sebanyak 78 guru Sekolah Dasar (SD) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) Peningkatan Kapasitas Guru yang digelar di Gedung PGRI Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (1/7). Pelatihan ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam pengembangan program kokurikuler, penerapan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), serta pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Masing-masing kecamatan mengirimkan dua guru kelas sebagai perwakilan. Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan menjadi fasilitator dan pelatih bagi guru-guru lainnya di tingkat gugus, kecamatan, hingga sekolah masing-masing sehingga kompetensi yang diperoleh dapat disebarluaskan secara berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan ketua panitia, serta sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya.
Pada sesi pertama, materi mengenai pengembangan program kokurikuler disampaikan oleh Dr. Rini Solihat, M.Si., dosen Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia. Peserta dibekali pemahaman mengenai perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program kokurikuler yang selaras dengan karakteristik peserta didik, kebutuhan sekolah, serta implementasi Kurikulum Merdeka.
Selanjutnya, sesi kedua menghadirkan Zamzam Nursani, M.Pd., penulis buku panduan STEAM. Dalam paparannya, ia menjelaskan konsep pembelajaran STEAM yang mengintegrasikan unsur sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika secara kontekstual dan inovatif. Peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam agar proses belajar tidak hanya berorientasi pada hafalan, tetapi mampu mendorong peserta didik memahami konsep secara utuh, mengaplikasikan pengetahuan, serta merefleksikan pengalaman belajar secara bermakna.
Melalui pelatihan ini, para guru diharapkan mampu menyusun program kokurikuler dan perangkat ajar STEAM yang siap diterapkan di sekolah. Selain itu, mereka juga diharapkan dapat menularkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada rekan sejawat sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas guru secara berkelanjutan.
Pelaksanaan ToT ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan dasar di Kabupaten Tasikmalaya. Dengan penguatan kompetensi guru yang merata, diharapkan kualitas pembelajaran semakin meningkat dan mampu melahirkan peserta didik yang kritis, kreatif, adaptif, serta berkarakter.
Jurnalis : Anwar.W








