• Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik
Monday, September 14, 2026
Peristiwa Jabar
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
Peristiwa Jabar
No Result
View All Result

Panglima Santri Uu Ruzhanul Ulum Tanggapi Video Viral Jemaah nyanyikan Lagu Indonesia Raya Jelang Sholat Taraweh

Redaksi by Redaksi
April 16, 2022
in Peristiwa
0
Panglima Santri Uu Ruzhanul Ulum Tanggapi Video Viral Jemaah nyanyikan Lagu Indonesia Raya Jelang Sholat Taraweh
0
SHARES
42
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

KOTA BANDUNG — Viral video berdurasi 2 menit 7 detik di media sosial, menampilkan jemaah masjid berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya.

1Jemaah menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia itu dipimpin seorang pria mengenakan baju Koko berwarna putih sebelum melaksanakan ibadah solat tarawih.

RELATED POSTS

Revitalisasi SMKS Tri Bintang Ciamis Disorot, Ormas GIBAS Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Jembatan Gantung Pongpet Anjlok Saat Rombongan Pejabat Melintas, Aparat Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), yang juga Panglima Santri Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menyebut bahwa menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melaksanakan ibadah Solat Tarawih dirasa kurang pas.

Diketahui, Solat Tarawih adalah ibadah mahdhah, yakni ibadah secara vertikal langsung kepada Alloh SWT, yang aktivitas atau perbuatannya sudah ditentukan syarat dan rukunnya.

Dengan kata lain, terdapat syarat atau adab baku yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah solat.

Belum lagi, ibadah solat sudah selayaknya dilaksanakan secara khusyuk dan khidmat.

Maka tanpa maksud mengurangi rasa hormat terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wagub Jabar menganggap aktivitas tersebut kurang pas dilakukan.

“Kami menyesalkan kejadian menyanyikan Indonesia Raya sebelum pelaksanan solat Tarawih.

Kalau masalah dosa saya tidak bisa menyimpulkan berdosa atu tidaknya, tetapi takut ‘Ihanah,’ artinya penghinaan terhadap ibadah mahdah, karena konteks dari pada solat tarawih adalah ibadah mahdhah,” kata Pak Uu– sapaan karibnya.

“Berbeda dengan sebelum solat tarawih ada kultum (kuliah tujuh menit), sekalipun itu kultum tidak diwajibkan, karena itu hanya memanfaatkan berkumpulnya orang kemudian memberikan pemahaman terhadap keagamaan, tapi itu Sah,” sambung Dia.

Maka disaat pelaksanaan ibadah mahdhah kemudian ada kegiatan- kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan ibadah mahdhah tersebut, menurut Pak Uu tidak elok.

“Tapi bukan berati kami tidak menghargai dan menghormati lagi Indonesia raya sebagai lagu wajib dan kebangsaan setiap orang pasti sudah sepakat dengan hal itu.

Cuma salah penempatannya (Muqtadhal Maqam) menyanyikan lagu tersebut yang menurut kami tidak pas dalam suasana khidmat solat tarawih,” tutur Panglima Santri.

Beda dengan kegiatan tabligh Akbar, atau Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), misalnya Nuzulul Qur’an, Isra Mi’raj, atau peringatan lainnya, bisa saja dinyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk ibadah Ghair mahdhah (ibadah umum). Apabila sepeti itu, maka masih dalam konteks kewajaran.

“Itu juga bisa disebut nilai ibadah ghair mahdhah, berbeda dengan tarawih itu ibadah mahdhah yang harusnya penuh kekhusyukan, bukan kita tidak nasionlis dan menghargai.

Tetapi saya sebagai umat muslim merasa kurang pas, (sekali lagi) takut ada ‘Ihanah’ terhadap ibadah mahdhah tersebut,” tuturnya.

Adapun Pak Uu menjelaskan, bahwa melantunkan nyanyi- nyanyian di masjid hukumnya mubah.

Dengan kata lain bisa saja dilakukan sepanjang tidak menggunakan ‘alatu-lahwi’ atau alat musik yang dilarang dalam Islam.

Kemudian isi dari nyanyian tersebut puji- pujian terhadap Allah SWT, Solawat kepada nabi, dan membangkitkan ghairah keimanan dan ketakwaan serta ke- Islaman.

Pun begitu lagu Kebangsaan, bisa saja, namun untuk dinyanyikan sebelum melaksanakan ibadah solat, dirasa kurang cocok.

Kedepan, Pak Uu berharap ada tindakan dari tokoh agama setempat, guna mengingatkan jemaah agar tidak melakukan kegiatan diluar norma dan adab di masjid.

“Harapan kami ada tindakan dari tokoh agama dan ulama setempat memberikan pengertian dan pemahaman tentang agama, takut terulang,” katanya.

“Nah makanya saya berharap pemahaman tentang agama ini tidak sepotong- sepotong, tidak setengah- setengah, kami khawatir niatnya baik untuk meningkatkan nasionalisme dan kebersamaan tapi areanya tidak sesuai dengan norma agama.

Justru ‘Ihanah’ semacam pelecehan terhadap ibadah rutinitas di bulan suci ramadhan ini,” kata Pak Uu.

Pak Uu yang juga Mukhtasar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar, lanjut mendorong hadirnya rambu- rambu terkait kegiatan di masjid.

Agar kedepan ada pedoman yang jelas kegiatan apa saja yang boleh dan dilarang dilakukan di masjid.

“Nah, harapan kami DMI harus memberikan rambu- rambu, mulai dari sekarang tentang hal yang melanggar etika disaat ibadah mahdhah,” pungkasnya.(red)

SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Revitalisasi SMKS Tri Bintang Ciamis Disorot, Ormas GIBAS Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

Revitalisasi SMKS Tri Bintang Ciamis Disorot, Ormas GIBAS Pertanyakan Kualitas Pengerjaan

by Redaksi
September 1, 2026
0

Ciamis. Peristiwajabar.co.id - Kualitas pengerjaan proyek bantuan Program Revitalisasi Sekolah di SMKS Tri Bintang, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat,...

Jembatan Gantung Pongpet Anjlok Saat Rombongan Pejabat Melintas, Aparat Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

Jembatan Gantung Pongpet Anjlok Saat Rombongan Pejabat Melintas, Aparat Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

by Redaksi
August 31, 2026
0

PANGANDARAN. Peristiwajabar.co.id – Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan detik-detik Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang,...

Peringatan Kemerdekaan di Cirebon Timur Diwarnai Sound Horeg, Esensi Budaya Jadi Sorotan

Peringatan Kemerdekaan di Cirebon Timur Diwarnai Sound Horeg, Esensi Budaya Jadi Sorotan

by Redaksi
August 20, 2026
0

Cirebon. Peristiwajabar.cp.id - Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang semestinya menjadi momen sakral untuk refleksi dan pelestarian budaya, kini mulai...

Swadaya Warga Semarakkan HUT ke-81 RI, Kepala Desa Karang Mekar: Semangat ’45 Masih Hidup

Swadaya Warga Semarakkan HUT ke-81 RI, Kepala Desa Karang Mekar: Semangat ’45 Masih Hidup

by Redaksi
August 17, 2026
0

Tasikmalaua. Peristiwajabar.co.id - Suasana haru dan semangat kebangsaan masih terasa di Desa Karang Mekar, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat,...

Viral Wanita Ngamuk di SPBU Cipatujah, Diduga Kesal Tak Kebagian Pengisian Saat Hendak Antar Anak Sakit

Viral Wanita Ngamuk di SPBU Cipatujah, Diduga Kesal Tak Kebagian Pengisian Saat Hendak Antar Anak Sakit

by Redaksi
August 10, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id — Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita marah-marah di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) viral di...

Next Post
Kepolisian Resor Ciamis Polda Jabar Lakukan Patroli KRYD

Kepolisian Resor Ciamis Polda Jabar Lakukan Patroli KRYD

Polres Ciamis Polda Jabar Siagakan Personelnya Untuk Pengamanan Sejumlah Gereja

Polres Ciamis Polda Jabar Siagakan Personelnya Untuk Pengamanan Sejumlah Gereja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CATEGORIES

  • Birokrasi
  • Edukasi
  • Peristiwa
  • Politik Hukum
  • Redaksi
  • Sosial Budaya
  • Uncategorized
Peristiwa Jabar

© 2022 PeristiwaJabar

  • Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi

© 2022 PeristiwaJabar