• Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik
Saturday, June 6, 2026
Peristiwa Jabar
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
Peristiwa Jabar
No Result
View All Result

Panglima Santri Uu Ruzhanul Ulum Tanggapi Video Viral Jemaah nyanyikan Lagu Indonesia Raya Jelang Sholat Taraweh

Redaksi by Redaksi
April 16, 2022
in Peristiwa
0
Panglima Santri Uu Ruzhanul Ulum Tanggapi Video Viral Jemaah nyanyikan Lagu Indonesia Raya Jelang Sholat Taraweh
0
SHARES
40
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

KOTA BANDUNG — Viral video berdurasi 2 menit 7 detik di media sosial, menampilkan jemaah masjid berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya.

1Jemaah menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia itu dipimpin seorang pria mengenakan baju Koko berwarna putih sebelum melaksanakan ibadah solat tarawih.

RELATED POSTS

Kota Tasikmalaya Ricuh: Kompoy Kemenangan Persib di Jalur HZ Depan Padayungan Ganggu Pengguna Jalan, Risna: Ini Bukan Bobotoh, Tapi Geng Motor Berkedok

Kebakaran Heboh di SPBU Karangnunggal, Tiga Motor Hangus Diduga Akibat Korsleting

Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), yang juga Panglima Santri Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menyebut bahwa menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum melaksanakan ibadah Solat Tarawih dirasa kurang pas.

Diketahui, Solat Tarawih adalah ibadah mahdhah, yakni ibadah secara vertikal langsung kepada Alloh SWT, yang aktivitas atau perbuatannya sudah ditentukan syarat dan rukunnya.

Dengan kata lain, terdapat syarat atau adab baku yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan ibadah solat.

Belum lagi, ibadah solat sudah selayaknya dilaksanakan secara khusyuk dan khidmat.

Maka tanpa maksud mengurangi rasa hormat terhadap lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wagub Jabar menganggap aktivitas tersebut kurang pas dilakukan.

“Kami menyesalkan kejadian menyanyikan Indonesia Raya sebelum pelaksanan solat Tarawih.

Kalau masalah dosa saya tidak bisa menyimpulkan berdosa atu tidaknya, tetapi takut ‘Ihanah,’ artinya penghinaan terhadap ibadah mahdah, karena konteks dari pada solat tarawih adalah ibadah mahdhah,” kata Pak Uu– sapaan karibnya.

“Berbeda dengan sebelum solat tarawih ada kultum (kuliah tujuh menit), sekalipun itu kultum tidak diwajibkan, karena itu hanya memanfaatkan berkumpulnya orang kemudian memberikan pemahaman terhadap keagamaan, tapi itu Sah,” sambung Dia.

Maka disaat pelaksanaan ibadah mahdhah kemudian ada kegiatan- kegiatan yang tidak ada hubungannya dengan ibadah mahdhah tersebut, menurut Pak Uu tidak elok.

“Tapi bukan berati kami tidak menghargai dan menghormati lagi Indonesia raya sebagai lagu wajib dan kebangsaan setiap orang pasti sudah sepakat dengan hal itu.

Cuma salah penempatannya (Muqtadhal Maqam) menyanyikan lagu tersebut yang menurut kami tidak pas dalam suasana khidmat solat tarawih,” tutur Panglima Santri.

Beda dengan kegiatan tabligh Akbar, atau Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), misalnya Nuzulul Qur’an, Isra Mi’raj, atau peringatan lainnya, bisa saja dinyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk ibadah Ghair mahdhah (ibadah umum). Apabila sepeti itu, maka masih dalam konteks kewajaran.

“Itu juga bisa disebut nilai ibadah ghair mahdhah, berbeda dengan tarawih itu ibadah mahdhah yang harusnya penuh kekhusyukan, bukan kita tidak nasionlis dan menghargai.

Tetapi saya sebagai umat muslim merasa kurang pas, (sekali lagi) takut ada ‘Ihanah’ terhadap ibadah mahdhah tersebut,” tuturnya.

Adapun Pak Uu menjelaskan, bahwa melantunkan nyanyi- nyanyian di masjid hukumnya mubah.

Dengan kata lain bisa saja dilakukan sepanjang tidak menggunakan ‘alatu-lahwi’ atau alat musik yang dilarang dalam Islam.

Kemudian isi dari nyanyian tersebut puji- pujian terhadap Allah SWT, Solawat kepada nabi, dan membangkitkan ghairah keimanan dan ketakwaan serta ke- Islaman.

Pun begitu lagu Kebangsaan, bisa saja, namun untuk dinyanyikan sebelum melaksanakan ibadah solat, dirasa kurang cocok.

Kedepan, Pak Uu berharap ada tindakan dari tokoh agama setempat, guna mengingatkan jemaah agar tidak melakukan kegiatan diluar norma dan adab di masjid.

“Harapan kami ada tindakan dari tokoh agama dan ulama setempat memberikan pengertian dan pemahaman tentang agama, takut terulang,” katanya.

“Nah makanya saya berharap pemahaman tentang agama ini tidak sepotong- sepotong, tidak setengah- setengah, kami khawatir niatnya baik untuk meningkatkan nasionalisme dan kebersamaan tapi areanya tidak sesuai dengan norma agama.

Justru ‘Ihanah’ semacam pelecehan terhadap ibadah rutinitas di bulan suci ramadhan ini,” kata Pak Uu.

Pak Uu yang juga Mukhtasar Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar, lanjut mendorong hadirnya rambu- rambu terkait kegiatan di masjid.

Agar kedepan ada pedoman yang jelas kegiatan apa saja yang boleh dan dilarang dilakukan di masjid.

“Nah, harapan kami DMI harus memberikan rambu- rambu, mulai dari sekarang tentang hal yang melanggar etika disaat ibadah mahdhah,” pungkasnya.(red)

SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Kota Tasikmalaya Ricuh: Kompoy Kemenangan Persib di Jalur HZ Depan Padayungan Ganggu Pengguna Jalan, Risna: Ini Bukan Bobotoh, Tapi Geng Motor Berkedok

Kota Tasikmalaya Ricuh: Kompoy Kemenangan Persib di Jalur HZ Depan Padayungan Ganggu Pengguna Jalan, Risna: Ini Bukan Bobotoh, Tapi Geng Motor Berkedok

by Redaksi
May 23, 2026
0

KOTA TASIKMALAYA – Euforia kemenangan Persib Bandung berubah menjadi keluhan warga di Jalur HZ, tepatnya di depan kawasan Padayungan, Sabtu...

Kebakaran Heboh di SPBU Karangnunggal, Tiga Motor Hangus Diduga Akibat Korsleting

Kebakaran Heboh di SPBU Karangnunggal, Tiga Motor Hangus Diduga Akibat Korsleting

by Redaksi
May 20, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Suasana panik sempat terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa...

Kakek Pemulung Keluhkan Sulitnya Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Tengah Kemewahan Pejabat

Kakek Pemulung Keluhkan Sulitnya Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Tengah Kemewahan Pejabat

by Redaksi
May 18, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Di sudut salah satu jalan di pusat kota, di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga dan padatnya lalu lintas,...

Euforia Terkait Kemenangan Juara Bola, Bikin Kota Tasikmalaya Lumpuh, Warga Keluhkan Konvoi Ugal-Ugalan

Euforia Terkait Kemenangan Juara Bola, Bikin Kota Tasikmalaya Lumpuh, Warga Keluhkan Konvoi Ugal-Ugalan

by Redaksi
May 10, 2026
0

Kota Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Euforia kemenangan Persib Bandung kembali mewarnai Kota Tasikmalaya. Namun, perayaan yang berlangsung hingga larut malam itu...

Jalan “Kahirupan Utama” Masih Berlumpur: Harapan Warga Nagrog di Tengah Janji yang Tak Kunjung Nyata

Jalan “Kahirupan Utama” Masih Berlumpur: Harapan Warga Nagrog di Tengah Janji yang Tak Kunjung Nyata

by Redaksi
May 2, 2026
0

Kab.Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti akses utama warga di Dusun Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Jalan...

Next Post
Kepolisian Resor Ciamis Polda Jabar Lakukan Patroli KRYD

Kepolisian Resor Ciamis Polda Jabar Lakukan Patroli KRYD

Polres Ciamis Polda Jabar Siagakan Personelnya Untuk Pengamanan Sejumlah Gereja

Polres Ciamis Polda Jabar Siagakan Personelnya Untuk Pengamanan Sejumlah Gereja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CATEGORIES

  • Birokrasi
  • Edukasi
  • Peristiwa
  • Politik Hukum
  • Redaksi
  • Sosial Budaya
  • Uncategorized
Peristiwa Jabar

© 2022 PeristiwaJabar

  • Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi

© 2022 PeristiwaJabar