KOTA TASIKMALAYA – Euforia kemenangan Persib Bandung berubah menjadi keluhan warga di Jalur HZ, tepatnya di depan kawasan Padayungan, Sabtu malam (23/05/2026). Kerumunan besar atau akrab disebut kompoy yang memadati badan jalan utama itu terbukti sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan kenyamanan masyarakat sekitar. Suara bising knalpot brong yang bergemuruh sepanjang jalan makin memperparah suasana, membuat warga resah dan kecewa berat.
Salah satu warga yang menjadi korban kemacetan sekaligus merasa sangat terganggu adalah Risna. Saat ditemui awak media PeristiwaJabar.com, Risna tak mampu menyembunyikan kekecewaannya yang mendalam. Ia menilai pemandangan malam itu bukanlah wajah asli pendukung Persib atau Bobotoh, melainkan sekelompok oknum yang memanfaatkan momen untuk berbuat onar layaknya geng motor, namun berkedok mendukung tim kebanggaan Jawa Barat.
“Saya sangat kecewa sekali. Jalanan penuh sesak, macet total, kita yang lewat jadi terhambat dan tidak bisa lewat. Belum lagi suaranya, knalpot brong bersahut-sahutan sangat bising, memekakkan telinga, mengganggu sekali. Ini bukan Bobotoh yang sejati, ini menurut saya justru geng motor yang memanfaatkan momen kemenangan, berkedok Persib,” tegas Risna dengan nada kesal saat diwawancarai.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kerumunan massa dan kendaraan memenuhi badan jalan utama tersebut. Mereka bergerak beriringan, saling menyalakan gas kendaraan dengan knalpot tidak standar, menciptakan kebisingan luar biasa yang terdengar hingga ke pemukiman warga sekitar. Pengendara lain yang tidak ada kaitannya dengan rombongan terpaksa harus berhenti, berdesakan, dan menunggu berjam-jam hanya agar bisa melewati jalur tersebut.
Perilaku arogan dan tidak mempedulikan hak pengguna jalan lain ini memicu kemarahan warga. Selama ini, Bobotoh dikenal memiliki citra positif, kompak, dan menjaga ketertiban. Namun, kejadian di Jalur HZ malam itu justru merusak nama baik tersebut.
“Kalau memang pendukung sejati, pasti tahu aturan. Merayakan boleh, tapi jangan mengganggu hak orang lain, jangan meresahkan warga, jangan bising-bising pakai knalpot brong. Ini jelas berbeda, mereka sewenang-wenang di jalan raya. Sangat meresahkan dan mengecewakan,” tambah Risna.
Warga berharap pihak kepolisian dan dinas terkait segera menertibkan hal serupa di masa mendatang. Perayaan kemenangan sepak bola seharusnya menjadi kebahagiaan bersama, bukan menjadi sumber masalah, kebisingan, dan gangguan bagi ketertiban umum. Tindakan tegas terhadap penggunaan knalpot brong dan perilaku onar di jalan raya sangat didesakkan agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjamin.
Jurnalis: Anwar Waluyo








