Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – SMAN 1 Karangnunggal kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun karakter peserta didik melalui program bertajuk “Sedekah Oksigen dan Revitalisasi Lahan Menjadi Hutan Buah”. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026 itu mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat dan instansi terkait.
Program tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan lahan kosong di sekitar lingkungan sekolah dengan penanaman puluhan bibit pohon buah unggulan. Sebanyak 40 bibit ditanam, terdiri dari 30 pohon durian, 4 pohon kelapa, dan 4 pohon alpukat.
Penanaman dilakukan secara simbolis oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Karangnunggal, Dr. Hj. Lely Qodar, M.Pd., didampingi Camat Karangnunggal Suherman, S.STP., M.Si., Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat, serta Wadanramil 1215 Lettu Cba Asep Tisnawan. Kegiatan ini juga dihadiri para kepala desa, perwakilan alumni, Komite Sekolah, dewan guru, hingga seluruh peserta didik.
Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Dr. Hj. Lely Qodar menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar kegiatan penghijauan, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan secara nyata kepada siswa.
“Tujuan utama kami adalah menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab terhadap lingkungan kepada para siswa. Kami ingin mereka belajar memanfaatkan alam dengan bijak demi masa depan, serta menyadari bahwa menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama sejak dini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Karangnunggal Suherman memberikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan pihak sekolah. Menurutnya, gerakan penghijauan seperti ini menjadi kontribusi penting dalam menjaga kualitas lingkungan di tengah semakin berkurangnya ruang hijau dan pasokan oksigen.
“Alhamdulillah, kegiatan yang sangat positif ini berjalan lancar. Kita semua menyadari bahwa lingkungan kita kini mulai kekurangan pasokan oksigen, dan langkah ini adalah bentuk kontribusi nyata untuk memulihkannya,” ungkapnya.
Ia pun berharap tanaman yang ditanam dapat tumbuh subur dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan sekolah.
“Dalam tiga hingga empat tahun ke depan, kita berharap dapat menikmati hasil buahnya bersama. Saya mengajak seluruh warga sekolah untuk saling menjaga dan merawat tanaman ini sebaik mungkin,” tambah Suherman.
Selain penanaman pohon, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai momentum sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) kepada masyarakat dan calon peserta didik.
Keberhasilan program ini tidak terlepas dari sinergi antara pihak sekolah, alumni SMAN 1 Karangnunggal, CV. KMS, serta keterlibatan aktif seluruh siswa. Transformasi lahan kosong menjadi hutan buah dinilai sebagai langkah strategis yang tidak hanya memperkuat ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi generasi muda.
Melalui gerakan “Sedekah Oksigen” ini, SMAN 1 Karangnunggal menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi motor penggerak perubahan, menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membangun kepedulian terhadap alam dan masa depan lingkungan.
Jurnalis : Anwar.W








