Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Di sudut salah satu jalan di pusat kota, di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga dan padatnya lalu lintas, tampak seorang kakek tua tengah memunguti barang-barang bekas. Dengan langkah tertatih dan tenaga yang semakin menua, ia tetap berjuang memikul beban berat demi mengais rezeki untuk bertahan hidup.
Sosok sederhana tersebut menjadi gambaran nyata kerasnya perjuangan rakyat kecil di tengah kondisi ekonomi yang dinilai semakin sulit.
Saat ditemui dan diwawancarai tim PeristiwaJabar.com, kakek tersebut enggan menyebutkan identitasnya. Ia hanya melempar senyum tipis saat diajak berbincang. Namun, dari setiap kalimat yang disampaikannya, tersirat keluhan mendalam tentang kehidupan yang dijalaninya saat ini.
“Ekonomi sekarang benar-benar sulit, Nak. Bagi kami rakyat kecil, untuk makan saja harus berjuang mati-matian. Harga kebutuhan naik terus, tapi penghasilan tak kunjung bertambah. Banyak orang susah di luar sana, banyak yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar saja,” ungkapnya lirih.
Menurutnya, situasi ekonomi yang berat semakin terasa menyakitkan ketika ia melihat adanya kesenjangan sosial yang begitu mencolok di tengah masyarakat. Ia menilai, di saat rakyat kecil harus bekerja keras hanya untuk bertahan hidup, sebagian pejabat justru tampil dengan gaya hidup mewah.
“Coba lihat saja di jalanan. Kami yang cari sampah saja begini beratnya, tapi para pejabat itu hidupnya begitu mewah. Naik mobil saja pakai mobil mewah harganya ratusan juta, bergaya serba ada, seolah tak ada beban apa pun. Rasanya hati ini terasa perih sekali melihatnya,” keluhnya.
Kakek pencari barang bekas itu menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa keadilan dan kesejahteraan belum sepenuhnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Kemewahan yang terlihat di satu sisi, menurutnya, sangat bertolak belakang dengan penderitaan rakyat kecil di sisi lain.
Meski hidup dalam keterbatasan, harapan yang diungkapkannya terdengar sederhana. Ia hanya ingin pemerintah mampu memperbaiki kondisi ekonomi agar masyarakat kecil bisa hidup lebih layak.
“Harapan kami sederhana saja. Kami tidak minta hidup mewah seperti mereka. Kami hanya ingin ekonomi diperbaiki, supaya rakyat kecil bisa bernapas lega, bisa makan dengan cukup, dan tidak harus berjuang sekeras ini setiap hari. Jangan sampai penderitaan kami begini terus dibiarkan saja,” pungkasnya.
Kisah perjuangan dan keluhan kakek pencari barang bekas tersebut menjadi cerminan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan demi mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Jurnalis :Anwar.W








