Tasikmalaya.Peristiwajabar.co.id – Hanya hitungan hari menuju bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, namun ketenangan Kota Tasikmalaya terusik oleh praktik yang mengejutkan. Minuman keras (miras) diduga diperjualbelikan secara terang-terangan dengan menyamar sebagai jamu tradisional, guna mengelabui razia dan pengawasan petugas.
Dua Titik Terindikasi, Anggur Ginseng Dijual Berkedok Jamu
Berdasarkan pantauan tim media di lapangan, praktik tersebut ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni di kawasan Jalan Gunung Sabelah dan Jalan Pancasila, Cilembang, Kota Tasikmalaya. Modusnya cukup rapi: kemasan serta cara penyajian dibuat menyerupai produk jamu tradisional bermerek Sido Muncul.
Namun setelah ditelusuri lebih lanjut, isi yang diperjualbelikan bukanlah jamu, melainkan minuman jenis anggur ginseng yang masuk dalam kategori minuman keras. Dugaan kuat, modus ini digunakan untuk menghindari kecurigaan serta razia aparat menjelang bulan suci.
Warga: Kota Santri Harus Bersih dari Penyakit Masyarakat
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menegaskan, praktik tersebut sangat mencederai nilai religius Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santri.
“Ramadhan harus bersih dari segala penyakit masyarakat. Kota Tasikmalaya adalah kota santri, jangan sampai hal seperti ini merusak suasana ibadah,” ujarnya tegas.
Senada dengan itu, warga lainnya yang akrab disapa Henfa mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Menjelang Ramadhan, kita semua punya tanggung jawab menjaga kesucian dan ketertiban kota. Jika menemukan praktik serupa, segera laporkan kepada pihak berwenang,” pungkasnya.
Harapan Pengawasan Diperketat
Masyarakat berharap aparat terkait segera melakukan penelusuran dan penindakan agar praktik serupa tidak terus berulang, terlebih di momen sakral menjelang Ramadhan. Pengawasan intensif dinilai penting demi menjaga kondusivitas serta kekhusyukan umat Muslim dalam menjalankan ibadah.
Ramadhan tinggal menghitung hari. Warga pun berharap Kota Tasikmalaya benar-benar bersih dari segala bentuk penyakit masyarakat demi menjaga marwahnya sebagai kota religius.
Jurnalis : Anwar.W








