Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026 resmi menetapkan SMP Negeri 5 Cipatujah sebagai salah satu penerima bantuan pemerintah untuk pembangunan dan pembenahan sarana pendidikan.
Kabar menggembirakan tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Berdasarkan informasi resmi yang tercantum pada papan identitas proyek di lingkungan sekolah, total bantuan yang dikucurkan mencapai Rp2.489.934.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2026.
Dana revitalisasi itu akan digunakan untuk perbaikan menyeluruh, pemugaran, hingga pembangunan ulang sejumlah bagian gedung sekolah yang mengalami kerusakan berat dan dinilai sudah tidak layak digunakan. Program tersebut ditujukan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, sehat, serta memenuhi standar pelayanan pendidikan nasional.
Pelaksanaan proyek dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kalender atau sekitar empat bulan. Seluruh tahapan pekerjaan akan dilaksanakan langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan SMP Negeri 5 Cipatujah, mulai dari pengelolaan teknis, pelaksanaan fisik, hingga pengawasan mutu pembangunan.
Lokasi revitalisasi berada di Jalan Raya Cipatujah, Kampung Bihbul, Desa Bantarkalong, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kepala SMP Negeri 5 Cipatujah, Andika Nurholis Aziz, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan pemerintah pusat yang dinilai sangat tepat waktu. Menurutnya, kondisi bangunan sekolah selama ini memang membutuhkan penanganan serius karena faktor usia dan kerusakan struktural.
> “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih sebesar-besarnya. Program revitalisasi ini adalah bukti nyata kehadiran negara hingga ke daerah. Kondisi bangunan sekolah memang sudah lama membutuhkan penanganan mendasar, dan alhamdulillah tahun ini kami dipercaya menerima bantuan lebih dari Rp2,4 miliar,” ujarnya.
Ia menambahkan, revitalisasi tersebut diyakini akan membawa perubahan besar terhadap kualitas lingkungan belajar di sekolah yang dipimpinnya.
> “Ini akan mengubah wajah pendidikan di sekolah kami menjadi jauh lebih baik, lebih layak, dan membanggakan,” katanya.
Menurut Andika, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh tenaga pengajar dan kemampuan siswa, tetapi juga harus didukung fasilitas yang memadai. Ia menilai sarana pendidikan yang aman dan nyaman menjadi faktor penting dalam menciptakan proses belajar mengajar yang optimal.
Program revitalisasi ini juga dinilai sejalan dengan semangat pemerataan pendidikan nasional dan momentum Hari Kebangkitan Nasional, yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Pihak sekolah pun berkomitmen menjalankan amanah tersebut secara transparan, tepat waktu, dan mengutamakan kualitas hasil pembangunan demi kenyamanan peserta didik.
Sementara itu, masyarakat Kecamatan Cipatujah menyambut positif program revitalisasi tersebut. Warga berharap setelah pembangunan selesai, SMP Negeri 5 Cipatujah dapat tampil sebagai sekolah representatif dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.
Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 menjadi bukti komitmen pemerintah dalam meningkatkan pemerataan mutu pendidikan di berbagai daerah, termasuk wilayah pelosok, agar tidak ada sekolah yang tertinggal akibat keterbatasan infrastruktur.
Jurnalis :Anwar.w








