• Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik
Monday, September 14, 2026
Peristiwa Jabar
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
Peristiwa Jabar
No Result
View All Result

Pasar Cikurubuk Kian Memprihatinkan: Kumuh, Gelap, dan Dinilai Terabaikan di Jantung Ekonomi Priangan Timur

Redaksi by Redaksi
May 27, 2026
in Politik Hukum
0
Pasar Cikurubuk Kian Memprihatinkan: Kumuh, Gelap, dan Dinilai Terabaikan di Jantung Ekonomi Priangan Timur
0
SHARES
16
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Pasar Cikurubuk yang berada di pusat Kota Tasikmalaya selama ini dikenal sebagai pasar induk terbesar sekaligus urat nadi perekonomian masyarakat Priangan Timur. Aktivitas perdagangan dari Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis hingga kawasan Pantai Pangandaran bertumpu pada denyut pasar tradisional tersebut. Namun di tengah tingginya aktivitas masyarakat saat Hari Raya Idul Adha 2026, wajah Pasar Cikurubuk justru menuai sorotan tajam.

Kondisi pasar dinilai semakin kumuh, tidak tertata, dan minim perhatian. Selain persoalan kebersihan serta bangunan yang rusak, kawasan Jalan Cikurubuk juga dikeluhkan gelap gulita akibat lampu penerangan jalan umum (PJU) yang banyak mati total.

RELATED POSTS

Dadaha Kian Semrawut, Publik Pertanyakan Keseriusan Pemkot Menata Ikon Wisata Tasikmalaya

Petugas Parkir Jalur Hijau Sejuk Mengadu ke DPRD, Keluhkan Pungutan yang Dinilai Memberatkan

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah bangunan pasar tampak menua dan tidak terawat. Cat dinding mengelupas, beberapa bagian struktur mengalami kerusakan, sementara penataan kios dan lapak pedagang terlihat semrawut. Tidak sedikit bangunan tambahan liar berdiri di sejumlah titik hingga mempersempit akses lorong pasar.

Persoalan kebersihan pun masih menjadi pekerjaan rumah besar. Tumpukan sampah terlihat di beberapa sudut pasar, ditambah saluran air yang kurang terawat sehingga menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut dinilai ironis mengingat Pasar Cikurubuk merupakan pusat distribusi bahan pangan yang setiap hari dipadati ribuan pengunjung.

Situasi semakin memprihatinkan ketika malam tiba. Kawasan jalan utama dan lingkungan pasar berubah menjadi gelap karena banyak lampu PJU tidak berfungsi. Minimnya penerangan membuat aktivitas masyarakat terganggu dan memunculkan kekhawatiran soal keamanan.

Di sejumlah titik yang gelap dan minim pengawasan, warga mengaku kerap melihat aktivitas sosial yang dinilai meresahkan. Kondisi ini dinilai menjadi dampak dari lemahnya penataan kawasan dan buruknya fasilitas penerangan umum.

“Pasar ini kebanggaan masyarakat Tasikmalaya dan pusat perdagangan terbesar di Priangan Timur. Tapi sekarang kondisinya kotor, semrawut, dan malam hari gelap karena lampu jalan mati. Sangat disayangkan,” ujar Sugih, salah seorang pengunjung Pasar Cikurubuk.

Kekecewaan warga juga diarahkan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Mereka menilai pembenahan pasar hingga kini belum menjadi prioritas serius, padahal Pasar Cikurubuk memiliki peran vital terhadap perputaran ekonomi masyarakat.

Warga bahkan menyinggung slogan penataan wilayah yang selama ini digaungkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yakni “lembur diurus, kota ditata”. Menurut mereka, kondisi Pasar Cikurubuk justru bertolak belakang dengan semangat tersebut.

“Kalau kota benar-benar ditata, seharusnya pasar induk seperti ini menjadi perhatian utama. Ini wajah ekonomi masyarakat, bukan sekadar tempat jual beli biasa,” ungkap seorang warga lainnya.

Kritik juga diarahkan kepada Wali Kota Tasikmalaya yang dinilai lebih banyak menghadiri kegiatan seremonial dibanding fokus pada penataan fasilitas publik. Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah konkret dan menyeluruh.

Masyarakat mendesak Dinas Perdagangan, Dinas Lingkungan Hidup, serta instansi terkait segera melakukan pembenahan total, mulai dari penataan kios dan bangunan, pengelolaan sampah, perbaikan saluran air, hingga menghidupkan kembali seluruh lampu PJU di kawasan pasar.

Selain itu, penertiban aktivitas sosial yang dianggap meresahkan pada malam hari juga dinilai penting demi mengembalikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.

Sebagai pasar induk terbesar di wilayah Priangan Timur, Pasar Cikurubuk dinilai layak mendapat perhatian lebih serius. Pembenahan berkelanjutan diharapkan mampu mengembalikan wajah pasar menjadi kawasan perdagangan yang bersih, tertib, aman, dan kembali menjadi kebanggaan masyarakat Tasikmalaya serta Jawa Barat.

Jurnalis Anwar.W

SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Dadaha Kian Semrawut, Publik Pertanyakan Keseriusan Pemkot Menata Ikon Wisata Tasikmalaya

Dadaha Kian Semrawut, Publik Pertanyakan Keseriusan Pemkot Menata Ikon Wisata Tasikmalaya

by Redaksi
September 13, 2026
0

Tasikmalaya kota. Peristiwajabar.co.id – Kawasan Dadaha yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik sekaligus ikon wisata olahraga Kota...

Petugas Parkir Jalur Hijau Sejuk Mengadu ke DPRD, Keluhkan Pungutan yang Dinilai Memberatkan

Petugas Parkir Jalur Hijau Sejuk Mengadu ke DPRD, Keluhkan Pungutan yang Dinilai Memberatkan

by Redaksi
September 10, 2026
0

Tasikmalaya.Peristiwajabar.co.id – Sejumlah petugas parkir yang bertugas di kawasan Jalur Hijau Sejuk, Kota Tasikmalaya, melontarkan keluhan terkait adanya pungutan yang...

Pemerhati Sosial Politik Dorong Sejarah Kota Tasikmalaya Diabadikan melalui Nama Jalan, Monumen, dan Ruang Publik

Pemerhati Sosial Politik Dorong Sejarah Kota Tasikmalaya Diabadikan melalui Nama Jalan, Monumen, dan Ruang Publik

by Redaksi
September 9, 2026
0

Tasikmaalaya. Peristiwajabar.co.id - Sejarah Kota Tasikmalaya tidak hanya tersimpan dalam buku atau arsip, tetapi juga melekat pada nama jalan, tugu,...

Lingga Yoni di Gunung Payung Diduga Dirusak, Gasantana Dorong Pelestarian dan Penegakan Hukum

Lingga Yoni di Gunung Payung Diduga Dirusak, Gasantana Dorong Pelestarian dan Penegakan Hukum

by Redaksi
September 7, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.cp.id - Perusakan situs yang diduga merupakan benda cagar budaya berupa Lingga Yoni di kawasan Gunung Payung, Desa Sirnajaya,...

160 Becak Listrik Diserahkan kepada Pengayuh di Ciamis, Ditujukan untuk Ringankan Beban dan Tingkatkan Pendapatan

160 Becak Listrik Diserahkan kepada Pengayuh di Ciamis, Ditujukan untuk Ringankan Beban dan Tingkatkan Pendapatan

by Redaksi
September 6, 2026
0

Ciamis. Pristiwajabar.co.id - Sebanyak 160 unit becak listrik diserahkan kepada para pengayuh becak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026)....

Next Post
Penguatan Tata Kelola Organisasi, Empat Cabang PGRI Tasikmalaya Selatan Satukan Langkah Bangun Pendidikan Berkualitas

Penguatan Tata Kelola Organisasi, Empat Cabang PGRI Tasikmalaya Selatan Satukan Langkah Bangun Pendidikan Berkualitas

Ribuan Warga Desa Sarimanggu Terima Bantuan Pangan, Kades Tegaskan Tidak Ada potongan.

Ribuan Warga Desa Sarimanggu Terima Bantuan Pangan, Kades Tegaskan Tidak Ada potongan.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CATEGORIES

  • Birokrasi
  • Edukasi
  • Peristiwa
  • Politik Hukum
  • Redaksi
  • Sosial Budaya
  • Uncategorized
Peristiwa Jabar

© 2022 PeristiwaJabar

  • Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi

© 2022 PeristiwaJabar