Tasikmalaya kota. Peristiwajabar.co.id – Kawasan Dadaha yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik sekaligus ikon wisata olahraga Kota Tasikmalaya kembali menjadi sorotan. Kondisi kawasan yang dinilai semakin semrawut memunculkan kritik dari masyarakat yang mempertanyakan keseriusan Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam mewujudkan penataan ruang publik yang tertib, nyaman, dan berkelanjutan. Minggu 13/09/2026/ Jawabarat
Sejumlah warga dan pengunjung mengeluhkan kondisi di lapangan yang dianggap jauh dari harapan. Trotoar dan jalur pejalan kaki di beberapa titik disebut kerap digunakan untuk aktivitas berdagang maupun parkir kendaraan, sehingga mengurangi kenyamanan masyarakat yang datang untuk berolahraga maupun berekreasi.
Selain itu, keberadaan pedagang kaki lima, becak, serta kendaraan yang berjejal di sejumlah area publik dinilai semakin memperparah kesan semrawut di kawasan yang seharusnya menjadi wajah representatif Kota Tasikmalaya.
Keluhan lain yang mengemuka adalah soal penataan yang dianggap belum konsisten. Sejumlah warga menilai penerapan aturan di lapangan terkesan tidak merata sehingga menimbulkan persepsi adanya perlakuan berbeda terhadap pelaku usaha maupun pengguna kawasan.
Di tengah berbagai kritik tersebut, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dadaha terkait pengelolaan dan strategi penataan kawasan. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan Peristiwajabar.co.id kepada pihak terkait disebut belum memperoleh tanggapan yang dapat menjelaskan kondisi terkini maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
“Masyarakat berhak mengetahui sejauh mana rencana dan realisasi penataan ruang publik di Dadaha. Jangan sampai kawasan andalan ini semakin hari semakin tidak tertib dan pada akhirnya merugikan wisatawan maupun warga sendiri,” ungkap salah seorang pengunjung Dadaha.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas program penataan ruang publik yang selama ini digaungkan pemerintah daerah. Pasalnya, Dadaha bukan hanya menjadi pusat aktivitas masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai destinasi yang kerap dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya, Dinas Pariwisata, UPTD Dadaha, serta DPRD Kota Tasikmalaya segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi di lapangan.
Penataan yang profesional, transparan, dan berkeadilan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar kepentingan warga, wisatawan, maupun pelaku usaha dapat berjalan seimbang tanpa mengorbankan fungsi utama ruang publik.
Hingga berita ini diturunkan, pihak UPTD Dadaha belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai persoalan yang dikeluhkan masyarakat. Wartawan Peristiwajabar.co.id menyatakan akan terus melakukan penelusuran dan menunggu tanggapan dari seluruh pihak terkait guna memperoleh gambaran yang utuh mengenai pengelolaan kawasan Dadaha ke depan.
Jurnalis Anwar.W






