Banjar. Peristiwajabar.co.id – Pelaksanaan Musyawarah Kecamatan (Muscam) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Kota Banjar menuai sorotan. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjar, Rio Julian Rustandi Putra, menilai terdapat pergeseran fungsi kelembagaan yang berpotensi mencederai prinsip demokrasi dalam organisasi kepemudaan.
Rabu 5/8/2026.Jawabarat.
Rio menegaskan, secara konseptual maupun struktural, KNPI tingkat kota memiliki peran sebagai pengayom organisasi, pengawal proses demokrasi internal, serta fasilitator yang independen dan objektif. Atas dasar itu, ia mempertanyakan keterlibatan langsung jajaran pengurus KNPI Kota Banjar dalam kepanitiaan Muscam di tingkat kecamatan.
“KNPI kota tidak memiliki urgensi maupun legitimasi fungsional untuk mereduksi perannya dengan turun langsung menjadi panitia pelaksana Muscam. Fungsi utamanya adalah mengawal jalannya proses organisasi, bukan mengambil alih tugas teknis kepanitiaan,” ujar Rio dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, pengurus KNPI tingkat kota semestinya lebih berfokus pada fungsi pengawasan, mulai dari memastikan keabsahan mekanisme rekomendasi kepengurusan kecamatan, mengawal seluruh tahapan administrasi agar sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga memberikan dukungan secara proporsional, termasuk membantu kebutuhan logistik apabila diperlukan.
Namun, Rio menilai kondisi yang terjadi di lapangan justru menunjukkan adanya pergeseran peran kelembagaan. Ia menyebut pengurus KNPI Kota Banjar terkesan terlalu jauh masuk ke ranah teknis pelaksanaan Muscam.
“Cawe-cawe dalam tugas teknis di tingkat lokal ini kami baca sebagai bentuk krisis fungsi organisasi yang cukup serius,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rio mengingatkan bahwa keterlibatan tersebut berpotensi memunculkan konflik kepentingan (conflict of interest), mengurangi objektivitas lembaga, serta menurunkan kepercayaan kader maupun Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) terhadap kepengurusan KNPI Kota Banjar.
Ia juga melontarkan kritik keras terhadap kondisi organisasi saat ini.
“Bagi kami, ini sangat mencerminkan bahwa kepengurusan KNPI hari ini buta literasi organisasi dan sangat memalukan,” tandasnya.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pengurus KNPI Kota Banjar terkait kritik dan pandangan yang disampaikan Ketua Umum HMI Kota Banjar tersebut. (Iwan D )








