Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Program pengembangan kawasan agribisnis padi organik atau Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) kembali menjangkau wilayah baru di Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, Kelompok Tani Mukti Tani 5 di Kampung Banjarsari, Desa Banjarsari, Kecamatan Sukaresik, menerima bantuan pembangunan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO).4 Juli 2026 Jawabarat
Program tersebut didanai oleh Bank Pembangunan Islam (IsDB) dengan alokasi anggaran sebesar Rp250.000.000 pada Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan pembangunan dijadwalkan berlangsung selama 120 hari kerja dan akan dikelola secara swakelola oleh Unit Pengelola Kegiatan Kelompok (UPKK) Mukti Tani 5.
Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan dan pengadaan berbagai sarana pendukung pertanian terpadu, meliputi satu unit rumah kompos, satu unit kandang ternak, satu unit bak fermentasi, satu unit bak penampungan air seni ternak, satu unit motor roda tiga, satu unit Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO), serta delapan ekor sapi yang akan dimanfaatkan sebagai sumber bahan baku pupuk organik.
Ketua Kelompok Tani Mukti Tani 5, Endang Miftah, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterima kelompoknya. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah penting dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat kemandirian sektor pertanian di wilayahnya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berharga bagi kami. Atas nama seluruh anggota kelompok, saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah memberikan bantuan ini. Semoga hal ini bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat dan menjadikan petani semakin sejahtera,” ujar Endang saat ditemui PangandaranNews.com di lokasi proyek, Sabtu (4/7/2026).
Ia berharap keberadaan UPPO mampu mendorong kelompok tani memproduksi pupuk organik secara mandiri sehingga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
“Ke depannya kami bisa memproduksi pupuk sendiri, mengurangi biaya pembelian pupuk kimia sehingga hasil padi organik menjadi lebih berkualitas dan pendapatan petani meningkat. Kami juga berharap limbah ternak dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi pupuk organik, menjaga kesuburan tanah, serta meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok dan petani di Desa Banjarsari,” tambahnya.
Program UPLAND di Kabupaten Tasikmalaya juga mendapat dukungan dari International Fund for Agricultural Development (IFAD) serta dikoordinasikan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya. Program ini bertujuan memperkuat sistem pertanian yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, khususnya di kawasan dataran tinggi, melalui pengembangan pertanian organik berbasis pemberdayaan kelompok tani.
Junalis Anwar.W








