Tasikmalaya.Peristiwajabar.co.id – Di tengah khidmatnya bulan suci Ramadhan 1447 H, warga Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di wilayah Cirengrak, masih bergulat dengan persoalan infrastruktur jalan yang jauh dari kata layak. Sorotan tertuju pada Tanjakan Parigi—ruas jalan sempit, licin, berlumpur, dengan kemiringan curam dan turunan tajam yang setiap hari dilalui warga demi mencari nafkah.Jumat 27/02/2026
Unggahan seorang pengguna media sosial bernama budakangon memperlihatkan kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan lubang. Bahkan saat musim kemarau, kondisinya disebut tak banyak berubah. Kendaraan pengangkut barang dagangan maupun penumpang harus bergerak perlahan dan ekstra hati-hati untuk menghindari tergelincir atau terbalik di medan ekstrem tersebut.
Pantauan tim Lapangan dari media yang melakukan verifikasi langsung di lokasi membenarkan kondisi itu. Medan jalan di Tanjakan Parigi dinilai sangat menantang, terutama bagi kendaraan roda dua yang menjadi andalan transportasi warga.
Encep, salah seorang warga Cirengrak, menyampaikan keluhannya atas kondisi jalan yang dinilai telah lama menjadi beban masyarakat. “Kami ini seperti korban PHP, Pembangunan Jalan yang Perlu Perhatian dari pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Jalan belum merdeka, padahal akses yang layak sangat kami butuhkan untuk mencari nafkah, apalagi di bulan Ramadhan ini,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa warga tetap menjalankan kewajiban sebagai pembayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). “Kami bayar pajak PBB. Harapan kami, pembangunan bisa lebih merata. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya perlu segera melakukan pemerataan infrastruktur jalan di wilayah ini,” tambahnya.
Bagi para pengemudi ojek, kondisi tersebut bukan sekadar tantangan, melainkan risiko harian yang harus dihadapi. Di bulan suci, kebutuhan keluarga meningkat, mulai dari persiapan berbuka puasa hingga keperluan ibadah. Meski demikian, mereka tetap beroperasi demi menjaga dapur tetap mengepul.
Lebih jauh, rusaknya Tanjakan Parigi turut menghambat potensi ekonomi warga. Distribusi hasil pertanian dan produk lokal menuju pasar utama menjadi tersendat. Dampaknya, pendapatan masyarakat pun ikut tertekan.
Warga Cirengrak berharap ada langkah konkret dan cepat dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk memperbaiki akses jalan tersebut. Bagi mereka, infrastruktur yang layak bukan sekadar soal kenyamanan, melainkan urat nadi kehidupan dan harapan akan masa depan yang lebih baik.
Jurnalis : Anwar.W








