Ciamis – Kepala Desa Panjalu, Yuyus Surya Adinegara, meminta pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan Situ Lengkong Panjalu Kecamatan Panjalu Kabupaten Ciamis.
Pasalnya, menurut Yuyus, kondisi Situ Lengkong saat ini sangat memprihatinkan.
Situ yang awalnya memiliki luas kurang lebih 100 hektare ini, kini hanya tersisa 67,2 hektare dengan 50 hektare wilayah perairan karena mengalami sedimentasi cukup parah.
“Sedimentasi mencapai 60 persen lebih. Bahkan, di beberapa titik mencapai 80 sampai 90 persen,” ujar Yuyus saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/3/22).
Dampak dari sedimentasi tersebut, dikatakan Yuyus, Situ Lengkong mengalami penyempitan dan pendangkalan.
Sehingga, ketika musim kemarau tiba, sebagian besar wilayah danau ini mengering, air surut, dan membentuk daratan.
“Situ Lengkong ini kaya akan sejarah dan juga obyek wisata religi terkenal, akan tetapi belum menjadi skala prioritas penataan dan pengembangan Pemda, baik kabupaten maupun provinsi,” ungkapnya.
Padahal menurutnya, Situ Lengkong Panjalu banyak memberikan kontribusi ke Pemda Ciamis sebagai salah satu obyek wisata penyumbang omset pariwisata terbesar untuk Pemda Ciamis.
“Kenapa situ lain di Jabar ada yang memperoleh bantuan miliaran, untuk penataan tempat wisata jenis situ, tapi kenapa untuk Situ Lengkong tidak dapat,” katanya.
Ia menambahkan, rusaknya ekosistem di lingkungan situ juga patut mendapat perhatian.
Flora dan fauna yang hidup di cagar alam Nusa Larang yang terletak di tengah danau mulai mengalami kepunahan.
“Situ Lengkong ini bukan hanya milik Panjalu. Karena Situ Lengkong adalah warisan untuk anak cucu kita kelak, sangat dibutuhkan Good Will dari Pemdes sampai pusat,” terangnya.
Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak, khususnya Pemkab Ciamis dan Pemprov Jabar untuk sama-sama membangun, menata serta menjaga kelestarian Situ Lengkong.
“Banyak hal yang bisa dilakukan oleh Pemda ataupun Pemprov. Dengan dijadikannya Situ Lengkong sebagai prioritas, saya yakin potensinya akan lebih maksimal,” tuturnya. (Abid)








