PANGANDARAN.Peristiwajabar.co.id – Program deteksi dini Tuberkulosis (TBC) melalui layanan skrining sistematis menggunakan mobil rontgen keliling berlangsung di Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Kegiatan ini digagas oleh Stop TB Partnership Indonesia (STPI) sebagai upaya mendekatkan akses pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.Rabu 13/05/2026 Jawabarat.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, warga tampak antusias mengikuti alur pemeriksaan yang telah disiapkan petugas kesehatan. Sejumlah warga terlihat mengantre dengan tertib di meja pelayanan pendaftaran dan pemeriksaan awal yang diberi penanda “Meja 1” dan “Meja 2”.
Sebuah spanduk besar bertuliskan “Skrining Sistematis Tuberkulosis dengan Mobile X-Ray – Kabupaten Pangandaran” terpasang di lokasi kegiatan sebagai penanda layanan pemeriksaan TBC gratis yang sedang berlangsung. Di area kegiatan juga tampak kendaraan layanan kesehatan keliling yang menjadi sarana utama program tersebut.
Mayoritas warga yang hadir merupakan perempuan dengan mengenakan pakaian sehari-hari dan kerudung. Sebagian di antaranya juga menggunakan masker sebagai bentuk menjaga keamanan kesehatan selama proses pemeriksaan berlangsung. Petugas kesehatan terlihat sigap dan ramah dalam melayani masyarakat sesuai prosedur kesehatan yang berlaku.
Koordinator kegiatan STPI, Muhammad Aulia Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan tahap awal atau inisiasi program penjaringan kasus maupun terduga TBC di Kabupaten Pangandaran.
“Untuk sementara berjalan enam bulan, dari Maret sampai September 2026. Kalau dikatakan sudah rutin, ini baru tahap permulaan. Namun jika berjalan baik, besar kemungkinan ke depannya kami laksanakan secara rutin,” ujarnya.
Program skrining TBC ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, mulai Maret hingga September 2026, dengan cakupan sebanyak 15 wilayah kerja Puskesmas di seluruh Kabupaten Pangandaran.
Menurut Aulia, penentuan titik pemeriksaan diserahkan kepada masing-masing Puskesmas agar pelayanan lebih tepat sasaran, terutama di wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.
“Ada 15 wilayah kerja Puskesmas, tapi titik pastinya kami serahkan ke mereka. Puskesmas lebih paham mana pemukiman terpadat, jadi mobil rontgen ini bisa ditempatkan di titik paling strategis dan dibutuhkan warga,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa STPI menjalankan program serupa di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Khusus di Jawa Barat, cakupan program meliputi Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Cirebon, Indramayu, Kuningan, Bogor, hingga Bandung.
“Alat yang kami miliki hanya satu unit, tapi kami operasikan berkeliling ke semua titik. Di Pangandaran sendiri kami layani wilayah seperti Kecamatan Pangandaran, Cigugur, Legok Jawa, hingga Cijulang,” paparnya.
Setelah menyelesaikan kegiatan di Kecamatan Langkaplancar, tim STPI dijadwalkan bergeser ke wilayah Cijulang pada Senin mendatang sebelum melanjutkan pelayanan ke titik-titik lainnya di Kabupaten Pangandaran.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah memperoleh layanan deteksi dini TBC secara gratis, sehingga penanganan penyakit dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Jurnalis : Anwar. W








