PANGANDARAN. Peristiwajabar.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran dari Fraksi PDI Perjuangan, Hesti Mulyati, memilih mengembangkan usaha kuliner sebagai bagian dari aktivitas wirausaha yang dijalaninya di tengah kesibukan sebagai wakil rakyat.
Meski telah mengemban amanah sebagai anggota DPRD Pangandaran selama tiga periode, Hesti mengaku tidak canggung terlibat langsung melayani pelanggan di rumah makan miliknya, Saung Daun.
“Karena ini namanya wirausaha, jadi saya tidak malu. Daripada kita membangun dapur MBG (Makan Bergizi Gratis),” ujar Hesti sambil berkelakar saat ditemui di rumah makannya, Minggu (5/7/2026).
Rumah makan Saung Daun berlokasi di Dusun Sambong, Desa Karangmulya, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Lokasinya berada di kawasan rest area Masjid An-Nur yang menjadi jalur penghubung antara Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran, sekaligus lintasan utama wisatawan menuju kawasan wisata Pangandaran.
Menurut Hesti, pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada potensi tingginya arus lalu lintas wisatawan yang melintas setiap hari.
“Jadi kita pertama membuka rumah makan ini karena tempatnya berada di jalur strategis, jalur perlintasan pariwisata Pangandaran. Kita berada di rest area Masjid An-Nur,” katanya.
Saung Daun menyajikan beragam menu masakan Nusantara dengan harga yang terjangkau. Salah satu menu yang paling diminati pelanggan adalah mangut ikan lele khas Sunda yang disajikan dengan kuah santan.
“Yang best seller di kami adalah mangut ikan lele. Jadi ikan lelenya dicampur dengan kuah santan. Ini asli khas Sunda. Mangut ada dua, mangut Jawa khas Jawa dan khas Sunda. Kita bikin di sini mangut khas Sunda,” jelas Hesti.
Selain mangut lele, rumah makan tersebut juga menyediakan berbagai pilihan menu lain, seperti sop iga, sop gurame, ayam bakar, hingga ayam goreng serundeng.
Hesti mengatakan, rumah makan yang baru beroperasi sekitar sepekan itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tingginya jumlah pengunjung bahkan melampaui perkiraannya.
“Alhamdulillah kita ini baru buka kisaran tujuh hari. Itu luar biasa antusiasme pengunjung. Kita sampai lebih dari 100 orang, dari pagi jam 10.00 sampai jam 15.00 sore,” ungkapnya.
Ramainya pengunjung membuat dirinya harus turun langsung membantu operasional di dapur maupun melayani pelanggan. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan.
Melihat tingginya minat masyarakat, termasuk mulai singgahnya rombongan bus pariwisata, Hesti berencana memperluas kapasitas rumah makan agar mampu menampung lebih banyak pengunjung.
“Insyaallah karena kemarin itu sudah beberapa bus lewat ke sini mampir ke kami, cuma kita baru rumah makan sederhana. Insyaallah ke depannya kita akan perbesar,” pungkasnya.(Asep.D)








