Ciamis. Peristiwajabar.co.id – Sejumlah warga Desa Sindangsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, mendesak pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Surya Langit Kencana agar membuka secara transparan pengelolaan anggaran, realisasi program, serta perkembangan unit usaha yang selama ini dijalankan.
Desakan tersebut mengemuka dalam pertemuan dan diskusi antara warga dengan pengurus BUMDes yang berlangsung di Aula Desa Sindangsari, Selasa (28/7/2026). Jawabarat
Warga meminta penjelasan dan pertanggungjawaban pengurus BUMDes Surya Langit Kencana mengenai besaran anggaran yang dikelola, sumber pendanaan, penggunaan dana, jenis usaha yang dijalankan, hingga perkembangan program ketahanan pangan yang nilainya mencapai Rp240 juta.
Pertemuan dihadiri warga Desa Sindangsari, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pengurus BUMDes Surya Langit Kencana, serta Pemerintah Desa Sindangsari. Aspirasi warga di antaranya disampaikan oleh tokoh pemuda Zon dan tokoh masyarakat Ade Supriatno, sementara penjelasan diberikan Ketua BUMDes Surya Langit Kencana, Rizky Nicolas.
Warga menilai pengelolaan BUMDes selama ini belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Mereka mengaku belum memperoleh informasi yang jelas mengenai penggunaan dana, bentuk usaha yang dijalankan, serta hasil yang telah dicapai, khususnya terkait program ketahanan pangan.
Menurut Zon, forum tersebut digelar sebagai bentuk permintaan masyarakat agar pengurus BUMDes memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pengelolaan dana yang dipercayakan kepada lembaga tersebut.
“Tujuannya diadakan pertemuan ini untuk meminta pertanggungjawaban kepada ketua BUMDes agar bisa menjelaskan berapa jumlah uang yang saat ini dikelola oleh BUMDes,” ujar Zon.
Ia menambahkan, masyarakat juga ingin mengetahui mekanisme pengelolaan dana, jenis usaha yang dijalankan, lokasi kegiatan, hingga hasil yang telah diperoleh.
Sementara itu, Ade Supriatno menilai pertemuan tersebut belum menghasilkan jawaban yang memuaskan. Menurutnya, penjelasan yang disampaikan masih menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai pengelolaan dana bantuan modal BUMDes maupun program ketahanan pangan.
Menanggapi aspirasi warga, Ketua BUMDes Surya Langit Kencana, Rizky Nicolas, menjelaskan bahwa BUMDes saat ini mengelola dana program ketahanan pangan sebesar Rp240 juta serta bantuan modal usaha BUMDes reguler sebesar Rp30 juta yang diterima pada 2025.
Menurut Rizky, dana reguler digunakan untuk pengembangan usaha budidaya ikan cupang, sedangkan dana ketahanan pangan dimanfaatkan untuk pengembangan aset barang hidup berupa budidaya ikan gurame, ikan nila, dan usaha lainnya. Ia menyebut budidaya ikan gurame yang dikelola saat ini mencapai sekitar 10 ribu ekor dan sebagian telah memasuki tahap siap dipasarkan.
Meski demikian, warga menilai penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai realisasi anggaran, mekanisme pengelolaan, serta capaian program. Mereka berencana mengagendakan pertemuan lanjutan agar seluruh informasi terkait pengelolaan BUMDes dapat disampaikan secara lebih rinci dan terbuka.
Pertemuan tersebut menjadi momentum awal untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka antara masyarakat dan pengelola BUMDes. Warga berharap pengelolaan dana publik, termasuk program ketahanan pangan, dapat dilakukan secara akuntabel, transparan, dan mudah diakses masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik. (Rvn)








