Ciamis. Peristiwajabar.co.id – Program Gerakan Edukasi dan Keuangan Inklusif untuk Sekolah (GENIUS) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tasikmalaya di Aula Setda Kabupaten Ciamis, Rabu (29/7/2026), tak hanya menjadi ajang penguatan literasi keuangan bagi dunia pendidikan. Di tengah acara, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya juga melontarkan sindiran keras kepada sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tampak mengantuk saat kegiatan berlangsung.
Program yang diikuti ratusan kepala sekolah dan tenaga pendidik dari jenjang SD hingga SMA/sederajat se-Kabupaten Ciamis itu dihadiri Kepala OJK Tasikmalaya Nova Herawati, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Heri Rafni Kotari, pimpinan Bank BJB Cabang Ciamis, Ketua PGRI Kabupaten Ciamis, kepala OPD, serta unsur pemerintah daerah.
Saat memberikan sambutan, Herdiat tiba-tiba menghentikan pidatonya untuk menegur sejumlah ASN yang dinilainya tidak menunjukkan sikap profesional.
“Jam sembilan sudah pada ngantuk. ASN macam apa ini? Malu lah, jangan bikin malu. Nanti difoto sama media, malu kita semua,” tegas Herdiat.
Menurutnya, forum yang membahas peningkatan literasi keuangan seharusnya menjadi momentum bagi aparatur pemerintah untuk menunjukkan keseriusan, terlebih di tengah maraknya persoalan keuangan digital yang kini juga menyasar kalangan ASN.
Herdiat menilai perkembangan teknologi digital memang menghadirkan banyak kemudahan, namun di sisi lain memunculkan ancaman serius, mulai dari judi online, pinjaman online, hingga berbagai persoalan sosial lainnya.
“Dampak digitalisasi ini sangat luar biasa. Judi online dan pinjaman online tidak hanya terjadi di masyarakat, tetapi juga sudah banyak menjerat ASN, baik laki-laki maupun perempuan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Ciamis. Sepanjang 2025 tercatat 83 kasus dengan korban mencapai ratusan anak. Menurutnya, penyalahgunaan teknologi menjadi salah satu faktor yang ikut memperparah kondisi tersebut, termasuk munculnya kasus pelecehan seksual di lingkungan pelajar.
“Kita harus benar-benar mampu memilih dan memilah pemanfaatan teknologi digital. Jangan sampai kemajuan teknologi justru merusak masa depan generasi muda kita,” katanya.
Sementara itu, Kepala OJK Tasikmalaya Nova Herawati mengatakan Program GENIUS merupakan bagian dari upaya OJK meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak usia dini melalui lingkungan sekolah. Guru dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman keuangan yang sehat bagi peserta didik.
Nova mengungkapkan, OJK Tasikmalaya hingga kini telah menemukan enam kasus investasi ilegal di wilayah Priangan Timur yang telah dilimpahkan kepada Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal untuk ditindaklanjuti.
“Masih banyak masyarakat yang menjadi korban investasi ilegal. Keberhasilan literasi dan inklusi keuangan bukan hanya menjadi tanggung jawab OJK, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Ia juga memaparkan data Indonesia Anti Scam Centre (IASC) per 31 Mei 2026 yang mencatat 166.258 laporan dugaan penipuan transaksi keuangan dengan total kerugian sekitar Rp3,4 triliun. Angka tersebut, menurut Nova, menjadi alarm bahwa literasi keuangan harus terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terjebak berbagai bentuk kejahatan finansial.
Herdiat berharap Program GENIUS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi bekal bagi para kepala sekolah untuk menanamkan budaya mengelola keuangan sejak dini kepada peserta didik sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa cita-cita tersebut juga harus dibarengi dengan upaya menurunkan angka stunting yang masih berada di kisaran 22 persen di Kabupaten Ciamis.
Menutup sambutannya, Herdiat menegaskan bahwa kekuatan terbesar Ciamis bukan semata anggaran daerah, melainkan budaya gotong royong masyarakat yang selama ini mampu melahirkan berbagai prestasi meski kondisi fiskal daerah terbatas.
“Membangun fisik itu mudah jika ada anggaran. Tetapi membangun mental masyarakat membutuhkan kebersamaan seluruh pihak,” pungkasnya.








