• Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik
Saturday, June 6, 2026
Peristiwa Jabar
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
Peristiwa Jabar
No Result
View All Result

Di Balik Rompi Oranye: Suara Tangis yang Tertahan di Pinggir Jalan: Kisah Pilu Juru Parkir Tasikmalaya”

Redaksi by Redaksi
April 16, 2026
in Peristiwa
0
0
SHARES
18
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Di tengah riuhnya lalu lintas dan padatnya aktivitas kota, ada sosok-sosok yang setia berdiri di pinggir jalan, mengatur kendaraan tanpa banyak disorot. Mereka adalah para juru parkir, pekerja informal yang setiap hari bergelut dengan panas, hujan, dan ketidakpastian penghasilan. Kamis 16/04/2026

Bagi sebagian orang, profesi ini kerap dipandang sebelah mata. Namun di balik rompi oranye yang mereka kenakan, tersimpan cerita perjuangan yang jarang terdengar.

RELATED POSTS

Kota Tasikmalaya Ricuh: Kompoy Kemenangan Persib di Jalur HZ Depan Padayungan Ganggu Pengguna Jalan, Risna: Ini Bukan Bobotoh, Tapi Geng Motor Berkedok

Kebakaran Heboh di SPBU Karangnunggal, Tiga Motor Hangus Diduga Akibat Korsleting

Yayat, seorang juru parkir senior di Kota Tasikmalaya, membagikan kisahnya dengan nada lirih namun penuh keteguhan. Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar mengatur kendaraan, tetapi soal bertahan hidup.

“Harian kami bergantung pada cuaca dan kemurahan hati,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa sejak pagi hingga sore, bahkan terkadang hingga malam, ia berdiri di tepi jalan menunggu kendaraan datang. Saat cuaca cerah, rezeki masih bisa diharapkan. Namun ketika hujan turun, jalanan sepi dan penghasilan pun ikut mengering.

“Kadang setoran saja tidak cukup, apalagi untuk kebutuhan rumah tangga,” tambahnya.

Tidak seperti pekerja formal, Yayat dan rekan-rekannya tidak memiliki gaji tetap maupun jaminan kesehatan. Semua bergantung pada jumlah kendaraan yang parkir dan keikhlasan pengguna jasa.

Di sisi lain, mereka juga harus menghadapi persoalan yang tak kalah pelik: maraknya parkir liar. Kehadiran oknum tidak resmi yang mematok tarif lebih tinggi tanpa karcis membuat masyarakat bingung, sekaligus merugikan petugas resmi.

“Kami sudah pakai seragam, pakai karcis, tarif juga jelas. Tapi di dekat kami ada yang minta lebih mahal tanpa aturan. Akhirnya kami yang disalahkan,” keluhnya.

Kondisi ini membuat posisi juru parkir resmi semakin terjepit. Mereka tetap dibebani target setoran, namun harus bersaing dengan praktik yang tidak terkontrol.

Belum selesai dengan persoalan itu, perubahan sistem juga menjadi tantangan baru. Kebijakan seperti “Tanpa Karcis, Parkir Gratis” dan penerapan pembayaran digital melalui QRIS dinilai baik untuk transparansi. Namun bagi sebagian petugas, terutama yang berusia lanjut, adaptasi teknologi bukan hal mudah.

“Kalau pakai QRIS, uangnya masuk ke rekening. Tapi nominal kecil-kecil, lama terkumpulnya untuk kebutuhan harian. Kami juga sering ditanya soal karcis, padahal kondisi di lapangan tidak selalu ideal,” jelasnya.

Di balik semua kesulitan tersebut, harapan Yayat sebenarnya sederhana. Ia tidak menuntut lebih, hanya ingin keberadaannya dan rekan-rekannya diakui serta dihargai.

“Kami cuma ingin diperhatikan, status kami jelas, dan parkir liar bisa ditertibkan. Kami juga punya keluarga yang harus dinafkahi,” ucapnya.

Ia juga berharap adanya sistem yang lebih tertata, seperti pembagian wilayah kerja yang tegas dan izin resmi yang jelas bagi setiap petugas, agar tidak terjadi tumpang tindih dan persaingan tidak sehat.

Di akhir perbincangan, Yayat menutup dengan harapan yang penuh makna. Sebuah harapan kecil yang mewakili banyak suara yang selama ini terabaikan.

“Semoga ada solusi terbaik, supaya sistem parkir di Tasikmalaya lebih adil, baik untuk masyarakat maupun kami yang mencari nafkah di jalan,” pungkasnya dengan senyum getir.

Kisah Yayat menjadi pengingat bahwa di balik rutinitas kota, ada manusia-manusia tangguh yang berjuang dalam diam, menunggu untuk sekadar dipahami, dihargai, dan diperlakukan dengan lebih adil.

Jurnalis : Anwar.W

SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Kota Tasikmalaya Ricuh: Kompoy Kemenangan Persib di Jalur HZ Depan Padayungan Ganggu Pengguna Jalan, Risna: Ini Bukan Bobotoh, Tapi Geng Motor Berkedok

Kota Tasikmalaya Ricuh: Kompoy Kemenangan Persib di Jalur HZ Depan Padayungan Ganggu Pengguna Jalan, Risna: Ini Bukan Bobotoh, Tapi Geng Motor Berkedok

by Redaksi
May 23, 2026
0

KOTA TASIKMALAYA – Euforia kemenangan Persib Bandung berubah menjadi keluhan warga di Jalur HZ, tepatnya di depan kawasan Padayungan, Sabtu...

Kebakaran Heboh di SPBU Karangnunggal, Tiga Motor Hangus Diduga Akibat Korsleting

Kebakaran Heboh di SPBU Karangnunggal, Tiga Motor Hangus Diduga Akibat Korsleting

by Redaksi
May 20, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Suasana panik sempat terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa...

Kakek Pemulung Keluhkan Sulitnya Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Tengah Kemewahan Pejabat

Kakek Pemulung Keluhkan Sulitnya Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Tengah Kemewahan Pejabat

by Redaksi
May 18, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Di sudut salah satu jalan di pusat kota, di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga dan padatnya lalu lintas,...

Euforia Terkait Kemenangan Juara Bola, Bikin Kota Tasikmalaya Lumpuh, Warga Keluhkan Konvoi Ugal-Ugalan

Euforia Terkait Kemenangan Juara Bola, Bikin Kota Tasikmalaya Lumpuh, Warga Keluhkan Konvoi Ugal-Ugalan

by Redaksi
May 10, 2026
0

Kota Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Euforia kemenangan Persib Bandung kembali mewarnai Kota Tasikmalaya. Namun, perayaan yang berlangsung hingga larut malam itu...

Jalan “Kahirupan Utama” Masih Berlumpur: Harapan Warga Nagrog di Tengah Janji yang Tak Kunjung Nyata

Jalan “Kahirupan Utama” Masih Berlumpur: Harapan Warga Nagrog di Tengah Janji yang Tak Kunjung Nyata

by Redaksi
May 2, 2026
0

Kab.Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kondisi memprihatinkan masih menyelimuti akses utama warga di Dusun Ciranca, Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya. Jalan...

Next Post

Lewat Podcast Oma dokter ; Imunisasi dan Gizi Seimbang, Kunci Utama Lawan Stunting

MEMPERINGATI MILANGKALA KE-44, DESA CIMANUK GELAR TURNAMEN SEPAK BOLA U-40, DORONG KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN WARGA

MEMPERINGATI MILANGKALA KE-44, DESA CIMANUK GELAR TURNAMEN SEPAK BOLA U-40, DORONG KEMAJUAN DAN KESEJAHTERAAN WARGA

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CATEGORIES

  • Birokrasi
  • Edukasi
  • Peristiwa
  • Politik Hukum
  • Redaksi
  • Sosial Budaya
  • Uncategorized
Peristiwa Jabar

© 2022 PeristiwaJabar

  • Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi

© 2022 PeristiwaJabar