Kabupaten Tasikmalaya, Peristiwajabar.co.id – 6 Maret 2026Jalan Ciranca yang menghubungkan Desa Nagrog dan Desa Bojong Kapol, Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, hingga kini masih memprihatinkan. Selama lebih dari tiga dekade, akses vital bagi ribuan warga tersebut belum tersentuh pembangunan memadai dan masih berupa jalan tanah merah yang penuh lubang saat kemarau serta berubah menjadi lumpur licin ketika hujan.
Kondisi ini membuat masyarakat merasa seolah belum benar-benar menikmati kemerdekaan infrastruktur, meskipun telah berganti beberapa periode kepemimpinan daerah. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu dinilai belum mendapat perhatian serius sejak masa kepemimpinan Bupati UU hingga Bupati Ade Sugianto.
Saat ditemui tim wartawan Peristiwa Jabar pada Jumat (6/3/2026), salah satu perwakilan warga, Asep, menyampaikan harapan besar kepada Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya periode 2026, Cecep Nurul Yakin dan Asep Sopari Al-Ayubi, agar persoalan jalan Ciranca dapat segera menjadi prioritas pembangunan.
“Sudah lebih dari 30 tahun kami menunggu. Dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya belum ada perubahan nyata. Kami berharap pemerintahan baru benar-benar melihat kondisi ini,” ujarnya.
Buruknya kondisi jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Akses menuju pasar, puskesmas, sekolah, hingga distribusi bahan pokok menjadi sangat sulit. Pada musim hujan, kendaraan sering terjebak lumpur, sementara pada musim kemarau debu tebal dan lubang jalan membahayakan pengguna.
Dalam sebuah rekaman video yang beredar di masyarakat, terlihat sebuah truk pengangkut kebutuhan pokok kesulitan melintas karena kondisi jalan yang licin dan berlumpur. Situasi tersebut membuat distribusi barang terhambat dan berdampak pada kenaikan harga kebutuhan di wilayah tersebut.
Warga juga menyoroti sejumlah program pembangunan jalan yang pernah digulirkan pemerintah daerah, seperti program “Jamu Jalan Mulus”. Namun, bagi masyarakat setempat, program tersebut dinilai belum memberikan dampak nyata terhadap perbaikan Jalan Ciranca.
Kini, dengan hadirnya program baru bertajuk “Jalan Kasep Mulus Ngaleser” dari pemerintahan daerah yang baru, warga berharap program tersebut tidak hanya menjadi slogan pembangunan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk perbaikan jalan yang selama puluhan tahun terabaikan.
Menjelang malam peringatan Nuzulul Qur’an 17 Ramadhan 1447 Hijriah, masyarakat berharap momentum religius tersebut menjadi pengingat bagi para pemimpin daerah untuk lebih peka terhadap kebutuhan rakyat di wilayah pelosok Tasikmalaya.
“Harapan kami sederhana. Bukan jalan mewah, tetapi jalan yang layak agar aktivitas masyarakat, pendidikan anak-anak, dan perekonomian desa bisa berjalan lebih baik,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
( Tim /Red)








