• Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik
Friday, April 17, 2026
Peristiwa Jabar
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
Peristiwa Jabar
No Result
View All Result

Ngeuri.!! Setiap Hari Pelajar di Kabupaten Tasikmalaya Pertaruhkan Nyawa Seberangi Derasnya Arus Sungai Ciwulan Demi Menuntut Ilmu Ke Sekolah.

Redaksi by Redaksi
April 8, 2026
in Peristiwa
0
Ngeuri.!! Setiap Hari Pelajar di Kabupaten Tasikmalaya Pertaruhkan Nyawa Seberangi Derasnya Arus Sungai Ciwulan Demi Menuntut Ilmu Ke Sekolah.
0
SHARES
28
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Kabupaten Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kondisi memprihatinkan dialami puluhan pelajar di Kabupaten Tasikmalaya yang harus bertaruh nyawa demi mengenyam pendidikan. Setiap hari, mereka terpaksa menyeberangi Sungai Ciwulan dengan arus deras untuk bisa sampai ke sekolah.

Peristiwa ini terjadi di jalur penghubung antara Desa Nagrog, Kecamatan Cipatujah, dengan Desa Bojongasih, Kecamatan Culemega. Hingga kini, akses tersebut masih menjadi satu-satunya jalur yang bisa dilalui warga, termasuk para siswa.

RELATED POSTS

Di Balik Rompi Oranye: Suara Tangis yang Tertahan di Pinggir Jalan: Kisah Pilu Juru Parkir Tasikmalaya”

Usai Isu Pungutan, Jembatan Cirahong Kini Gratis dan Arus Dua Arah Bebas Hambatan.

Saat tim Peristiwa Jabar meninjau lokasi, terlihat ratusan sepeda motor berjejer di sekitar aliran sungai. Para pelajar tetap nekat melintas meski kondisi arus air tampak kuat dan berbahaya, terutama saat debit meningkat di musim hujan.

Salah seorang siswa, Rini, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera menghadirkan solusi yang aman dan layak bagi masyarakat.

“Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dan Provinsi Jawa Barat, tolong buatkan jembatan yang kokoh. Setiap hari kami harus menyeberang seperti ini, sangat berbahaya, apalagi saat hujan dan air besar,” ujarnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan warga pedesaan. Menurutnya, perhatian pemerintah selama ini dinilai lebih banyak terfokus pada pembangunan di wilayah perkotaan.

“Perhatikan juga jalan dan akses di pedesaan, jangan hanya pentingkan jalan kota. Kan sering dibilang ‘ngurus lembur, tata kota’, tapi yang di desa malah tidak diurus,” keluhnya.

Kekecewaan itu bahkan dituangkan dalam sebuah pantun sederhana yang sarat makna:

“Lembur tidak urus, kota ditata…
“Lembur dibiarkan saja, kota yang disiksa…

Pantun tersebut menjadi sindiran halus namun tajam atas ketimpangan pembangunan yang dirasakan masyarakat.

Kini, warga dan para pelajar hanya bisa berharap agar pemerintah segera turun tangan. Keberadaan jembatan yang layak bukan sekadar soal akses, tetapi juga menyangkut keselamatan generasi muda yang setiap hari mempertaruhkan nyawa demi masa depan.

Jurnalis Anwar.W

Editor  Asep Dian

SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Tangis yang Tertahan di Pinggir Jalan: Kisah Pilu Juru Parkir Tasikmalaya”

Di Balik Rompi Oranye: Suara Tangis yang Tertahan di Pinggir Jalan: Kisah Pilu Juru Parkir Tasikmalaya”

by Redaksi
April 16, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Di tengah riuhnya lalu lintas dan padatnya aktivitas kota, ada sosok-sosok yang setia berdiri di pinggir jalan,...

Usai Isu Pungutan, Jembatan Cirahong Kini Gratis dan Arus Dua Arah Bebas Hambatan.

Usai Isu Pungutan, Jembatan Cirahong Kini Gratis dan Arus Dua Arah Bebas Hambatan.

by Redaksi
April 10, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabr.co.id – Kabar menggembirakan datang dari Jembatan Cirahong. Setelah sempat ramai akibat isu pungutan yang viral, kini jembatan penghubung...

Padayungan Jadi “Danau Dadakan”, Pemkot Tasik Kudu Hudang: Ulah Ngan Seremonial, Banjir Mah Teu Bohong!!

Padayungan Jadi “Danau Dadakan”, Pemkot Tasik Kudu Hudang: Ulah Ngan Seremonial, Banjir Mah Teu Bohong!!

by Redaksi
April 2, 2026
0

Tasikmalaya Peristiwajabar.co.id – Setiap hujan deras mengguyur Kota Tasikmalaya, persoalan klasik kembali terulang. Kawasan Jalan Padayungan dan Jalan HZ Mustofa...

“Tasik Kotor Deui! Pasca Lebaran Sampah Numpuk di RE Martadinata, Warga: ‘Pamaréntah Kamana atuh?’”

“Tasik Kotor Deui! Pasca Lebaran Sampah Numpuk di RE Martadinata, Warga: ‘Pamaréntah Kamana atuh?’”

by Redaksi
March 26, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kondisi memprihatinkan kembali terjadi di Jalan RE Martadinata, salah satu jalur utama di Kota Tasikmalaya. Tumpukan sampah...

Terminal Indihiang Masih Lengang, Puncak Mudik Belum Terasa, Petugas Himbau Pemudik Jangan Ngetem Sembarangan!”

Terminal Indihiang Masih Lengang, Puncak Mudik Belum Terasa, Petugas Himbau Pemudik Jangan Ngetem Sembarangan!”

by Redaksi
March 19, 2026
0

Tasikmalaya,Peristiwajabar.co.id - 19 Maret 2026 Aktivitas di Terminal Tipe A Indihiang, Tasikmalaya, terpantau masih landai menjelang arus mudik Lebaran 2026....

Next Post
” Obrolan di Warung Kopi” Isu Motor Listrik Rp50 Juta per Unit, Program MBG Tuai Sindiran ‘Monster Anggaran’”

" Obrolan di Warung Kopi" Isu Motor Listrik Rp50 Juta per Unit, Program MBG Tuai Sindiran ‘Monster Anggaran’”

Gerakan Bersih Sampah Sungai di Tasikmalaya Digencarkan, Kolaborasi Warga dan Pemerintah Tekan Risiko Banjir

Gerakan Bersih Sampah Sungai di Tasikmalaya Digencarkan, Kolaborasi Warga dan Pemerintah Tekan Risiko Banjir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CATEGORIES

  • Birokrasi
  • Edukasi
  • Peristiwa
  • Politik Hukum
  • Sosial Budaya
  • Uncategorized
Peristiwa Jabar

© 2022 PeristiwaJabar

  • Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi

© 2022 PeristiwaJabar