Ciamis.Peristiwajabar.co.id – Kepala UPTD Puskesmas Cidolog, Bidan.Hj.Heni Sumarni, S.Sos.,SST.,MM menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat melalui penguatan layanan rawat inap, persalinan, hingga penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi Senin 11/05/2026. Jawabarat.
Menurut Bidan Heni Sumarni, S.Sos.,SST.,MM ‘ Puskesmas Cidolog saat ini merupakan puskesmas rawat inap yang dilengkapi layanan PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar). Selain pelayanan rawat jalan, pihaknya juga melayani pasien rawat inap dan persalinan, termasuk penanganan kegawatdaruratan selama 24 jam.
“Kami melayani pasien rawat jalan, rawat inap, hingga persalinan. Untuk kondisi kegawatdaruratan ibu dan bayi juga sudah bisa ditangani di puskesmas. Bahkan jika ada kendala transportasi, kami siap membantu penjemputan pasien,” ujarnya
Layani Enam Desa
Wilayah kerja UPTD Puskesmas Cidolog mencakup enam desa, yakni Desa Janggala, Hegarmanah, Cidolog, Cilegong, Sukasari, dan Ciparay
Dalam mendukung pelayanan kesehatan, Puskesmas Cidolog kini diperkuat sekitar 53 tenaga kerja, terdiri dari ASN, PPPK, tenaga kesehatan non-ASN, hingga dokter mitra. Saat ini terdapat tiga dokter umum yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Dorong Persalinan di Fasilitas Kesehatan
Heni menjelaskan, salah satu layanan unggulan yang terus diperkuat adalah pelayanan persalinan di fasilitas kesehatan.
Ia berharap masyarakat semakin sadar pentingnya melahirkan di fasilitas kesehatan yang terstandar demi keselamatan ibu dan bayi.
“Kami ingin masyarakat merasa aman dan nyaman melahirkan di puskesmas karena fasilitas dan tenaga kesehatan sudah tersedia,” katanya.
Terkendala Sarana dan Topografi
Meski pelayanan terus ditingkatkan, pihak puskesmas mengakui masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait sarana dan prasarana. Gedung rawat jalan dinilai sudah mengalami kerusakan ringan dan kerap terdampak banjir saat hujan deras karena posisi bangunan berada di dataran rendah.
Selain itu, letak bangunan rawat jalan dan rawat inap terpisah dengan akses jalan menanjak yang cukup curam sehingga menyulitkan mobilitas pasien, terutama dalam kondisi darurat.
“Kami sudah mengusulkan renovasi sekaligus relokasi ke lokasi yang lebih strategis agar pelayanan bisa lebih optimal,” ungkapnya.
Pendanaan Masih Terbatas
Sebagai puskesmas berstatus BLUD, sumber pendanaan berasal dari layanan JKN-BPJS, Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta dukungan pemerintah daerah. Namun, pendapatan yang masih terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan operasional, termasuk pengadaan obat-obatan.
“Kami terus berupaya agar kebutuhan obat esensial tetap terpenuhi meskipun kondisi anggaran terbatas,” jelas Heni
Kekurangan Dokter Gigi
Dalam aspek sumber daya manusia, Puskesmas Cidolog masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter gigi. Selain itu, keterbatasan sarana penunjang pelayanan juga dinilai berpengaruh terhadap kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.
Fokus Tekan Kasus Stunting
Sejak mulai bertugas di Puskesmas Cidolog pada September lalu, Heni mengaku langsung fokus pada penanganan stunting yang masih menjadi perhatian di wilayah tersebut.
Berbagai upaya pencegahan dan penanggulangan terus dilakukan melalui kolaborasi dengan kader kesehatan, sekolah, pemerintah desa, hingga lintas sektor lainnya.
“Kami berharap angka stunting bisa terus ditekan melalui kerja sama semua pihak,” katanya.
Sistem Rujukan Berjenjang
Terkait sistem rujukan kesehatan, Heni menjelaskan bahwa proses rujukan dilakukan secara berjenjang mulai dari posyandu, bidan desa, puskesmas, hingga rumah sakit sesuai indikasi medis.
Ia juga mengingatkan masyarakat bahwa rujukan BPJS memiliki aturan dan ketentuan medis yang harus dipenuhi.
“Rujukan bukan dipersulit, tetapi memang ada aturan medis dan ketentuan BPJS yang harus dipatuhi,” tegasnya.
Komitmen Tingkatkan Akreditasi dan Pelayanan
Untuk meningkatkan mutu pelayanan dan akreditasi, pihak puskesmas menerapkan pola kerja berbasis perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut secara berkelanjutan.
Heni optimistis dengan semangat seluruh pegawai, kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Cidolog akan terus meningkat.
“Kami selalu menyampaikan semangat kepada seluruh pegawai melalui tagline: ‘Puskesmas Cidolog Istimewa Pasti Bisa’,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Heni mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah, media, dan lintas sektor untuk terus mendukung pembangunan kesehatan di wilayah Cidolog.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan semua pihak sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkasnya. ( Asep Dian )








