Tasikmalaya.Peristiwajabar.co.id – 19 Februari 2026. Tumpukan sampah yang belum terangkut selama tiga hari dikeluhkan warga di sejumlah titik kota, mulai dari Jalan Swaka, Jalan HZ Mustofa hingga Jalan Kawalu, bertepatan dengan awal Ramadan 1447 H.
Wawan, seorang sopir yang kerap melintas di kawasan tersebut, mengaku prihatin dengan kondisi sampah yang sebagian bahkan tercecer hingga ke badan jalan.
“Tumpukan sampah sudah ada selama tiga hari. Slogan ‘Tasik Kota Resik’ seharusnya diimbangi pelaksanaan yang optimal,” ujarnya.
Sejumlah faktor diduga menjadi penyebab keterlambatan pengangkutan, mulai dari keterbatasan armada atau kendaraan yang sedang dalam perawatan, lonjakan volume sampah di awal Ramadan, hingga jadwal pengangkutan yang belum mampu menyesuaikan kondisi lapangan secara real-time.
Wawan juga mendorong Pemerintah Kota untuk melakukan studi banding ke Ciamis yang dinilai berhasil membangun sistem pengelolaan kebersihan lebih baik. Ia mengingatkan agar semangat gerakan kota bersih tidak hanya menjadi slogan, terlebih Tasikmalaya pernah meraih penghargaan Adipura.
Meski demikian, ia menegaskan persoalan kebersihan bukan semata tanggung jawab pemerintah. “Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Warga juga harus sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.
Masyarakat berharap Pemkot segera mengevaluasi sistem pengangkutan, menambah armada bila diperlukan, serta menyampaikan perkembangan penanganan sampah secara transparan. Ramadan, bagi warga, semestinya menjadi momentum memperkuat kepedulian bukan menyisakan ironi di tengah kota.
Jurnalis : Anwar.W








