• Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik
Monday, September 14, 2026
Peristiwa Jabar
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi
No Result
View All Result
Peristiwa Jabar
No Result
View All Result

Parkir Liar Berjamaah di Dadaha: Karcis Abal-abal Laris, Pemkot Tasikmalaya Seperti Tutup Mata

Redaksi by Redaksi
February 19, 2026
in Uncategorized
0
Parkir Liar Berjamaah di Dadaha: Karcis Abal-abal Laris, Pemkot Tasikmalaya Seperti Tutup Mata
0
SHARES
38
VIEWS
Share on WhatsappShare on Facebook

Tasikmalaya,Peristiwajabar.co.id – 19 Februari 2026 Kawasan Dadaha yang selama ini dikenal sebagai ikon aktivitas warga Kota Tasikmalaya kembali tercoreng. Bukan karena kurangnya minat pengunjung, melainkan maraknya parkir liar dengan karcis buatan sendiri yang diduga menjadi ladang pungutan liar. Ironisnya, penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang parkir dinilai hanya tegas di atas kertas.

Sejumlah warga mengeluhkan praktik pungutan yang dilakukan oleh oknum tak dikenal. Modusnya sederhana: datang menghampiri kendaraan, menyerahkan karcis tanpa identitas resmi, lalu meminta bayaran parkir secara sepihak.

RELATED POSTS

Penertiban PKL di Dadaha Dipertanyakan, Warga Soroti Dugaan Tebang Pilih: “Trotoar Bukan Lapak Dagang”

SDN Sukamulih Ukir Prestasi di FTBI 2026, Konsisten Bawa Wakil Kadipaten ke Tingkat Kabupaten

“Masyarakat sudah cukup terganggu dengan parkir liar yang membuat jalan semakin sesak. Apalagi ada yang datang saja, memberikan karcis sendiri, lalu memungut uang seenaknya. Seharusnya pihak berwenang bisa menertibkan, tapi kenapa seolah-olah tutup mata?” ujar seorang pedagang di kawasan tersebut yang enggan disebutkan namanya.

Karcis Tulis Tangan, Uang Entah ke Mana

Pantauan di lapangan menunjukkan area parkir liar banyak dimanfaatkan pengendara yang berhenti sementara untuk berbelanja atau beraktivitas di sekitar Dadaha. Tanpa pengelolaan resmi dan pengawasan konsisten, oknum yang mengaku “pengelola parkir” leluasa beroperasi dengan karcis tulis tangan tanpa logo pemerintah atau badan resmi.

Seorang pengguna jalan, Siti, mengaku resah dengan kondisi tersebut.

“Mereka tidak bisa menjawab jelas siapa yang menyuruh. Uangnya juga tidak masuk kas daerah, hanya untuk keuntungan pribadi. Kami berharap penegak hukum atau dinas terkait segera turun tangan dan tidak lagi mengabaikan masalah ini,” katanya.

Kondisi ini bukan hanya merugikan potensi pendapatan daerah, tetapi juga memperparah kemacetan. Kendaraan parkir sembarangan mempersempit badan jalan, menghambat arus lalu lintas, serta mengganggu akses pejalan kaki.

Warga Tak Keberatan Bayar, Asal Resmi

Menariknya, masyarakat menegaskan bahwa mereka tidak menolak membayar parkir. Yang dipersoalkan adalah ketidakjelasan pengelolaan dan dugaan pungutan liar.

“Kalau resmi dan jelas masuk kas daerah untuk perbaikan fasilitas umum, kami pasti bayar. Tapi kalau begini, jelas tidak bisa diterima,” ujar salah satu pengunjung Dadaha.

Empat Tuntutan untuk Pemkot

Sebagai bentuk kekecewaan sekaligus harapan, warga menyampaikan empat tuntutan kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya:

1. Melakukan patroli rutin di kawasan rawan parkir liar.
2. Menindak tegas pelaku pungutan liar dan penggunaan karcis tidak resmi.
3. Mensosialisasikan lokasi parkir sah dan mekanisme pembayaran resmi kepada masyarakat.
4. Menyediakan fasilitas parkir yang memadai untuk mengakomodasi kebutuhan pengendara.

Warga berharap pemerintah tidak lagi bersikap reaktif atau sekadar memberi pernyataan normatif tanpa tindakan nyata.

“Pungutan liar seperti ini harus segera dihentikan. Kita butuh penertiban yang sungguh-sungguh, bukan hanya omongan kosong,” tegas seorang pengunjung.

Jika ikon kota saja tak mampu ditertibkan, publik pun wajar bertanya: di mana sebenarnya keseriusan pemerintah dalam mengelola ruang publik dan menjaga hak warganya?

Jurnalis : Anwar.W

SendShare
Redaksi

Redaksi

Related Posts

Penertiban PKL di Dadaha Dipertanyakan, Warga Soroti Dugaan Tebang Pilih: “Trotoar Bukan Lapak Dagang”

Penertiban PKL di Dadaha Dipertanyakan, Warga Soroti Dugaan Tebang Pilih: “Trotoar Bukan Lapak Dagang”

by Redaksi
September 5, 2026
0

Kota Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Kebijakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Kompleks Dadaha, Kota Tasikmalaya, menuai sorotan masyarakat. Pemerintah...

SDN Sukamulih Ukir Prestasi di FTBI 2026, Konsisten Bawa Wakil Kadipaten ke Tingkat Kabupaten

SDN Sukamulih Ukir Prestasi di FTBI 2026, Konsisten Bawa Wakil Kadipaten ke Tingkat Kabupaten

by Redaksi
August 28, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Kabar membanggakan datang dari SDN Sukamulih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Sekolah tersebut kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan...

Tradisi Ngaguar dan Ngaruat di Makam Pasir Tando, Rawat Warisan Leluhur dan Pererat Kebersamaan Warga

Tradisi Ngaguar dan Ngaruat di Makam Pasir Tando, Rawat Warisan Leluhur dan Pererat Kebersamaan Warga

by Redaksi
August 27, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Suasana khidmat dan penuh keberkahan menyelimuti pelaksanaan tradisi Ngaguar dan Ngaruat di Makam Pasir Tando, Desa Sukapura,...

FTBI kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya Jadi Ruang Generasi Muda Ngamumule Basa Sunda

FTBI kecamatan Kadipaten Kabupaten Tasikmalaya Jadi Ruang Generasi Muda Ngamumule Basa Sunda

by Redaksi
August 27, 2026
0

Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id - Semangat melestarikan warisan budaya kembali digaungkan di Kabupaten Tasikmalaya. Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat kecamatan kadipaten...

Gerakan Indonesia ASRI Resmi Digulirkan, Kondisi SMPN 2 Banjarsari Justru Tuai Sorotan

Gerakan Indonesia ASRI Resmi Digulirkan, Kondisi SMPN 2 Banjarsari Justru Tuai Sorotan

by Redaksi
August 27, 2026
0

Ciamis. Peristiwajabar.co.id - Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menggaungkan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat,...

Next Post
Santunan Penuh Berkah Sambut Ramadhan, 37 Anak Yatim Terima Kasih Sayang di Desa Cijeungjing

Santunan Penuh Berkah Sambut Ramadhan, 37 Anak Yatim Terima Kasih Sayang di Desa Cijeungjing

23 Tahun Kota Banjar: Dari Daerah Otonom Menuju Kota yang Kian Maju dan Berdaya Saing

23 Tahun Kota Banjar: Dari Daerah Otonom Menuju Kota yang Kian Maju dan Berdaya Saing

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CATEGORIES

  • Birokrasi
  • Edukasi
  • Peristiwa
  • Politik Hukum
  • Redaksi
  • Sosial Budaya
  • Uncategorized
Peristiwa Jabar

© 2022 PeristiwaJabar

  • Redaksi
  • Pedoman Jurnalistik

No Result
View All Result
  • Home
  • Politik Hukum
  • Peristiwa
  • Birokrasi
  • Sosial Budaya
  • Edukasi

© 2022 PeristiwaJabar