Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kabar membanggakan datang dari SDN Sukamulih, Kecamatan Kadipaten, Kabupaten Tasikmalaya. Sekolah tersebut kembali menunjukkan konsistensinya dalam mengembangkan bakat dan kecintaan siswa terhadap bahasa serta budaya Sunda melalui ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Kadipaten Tahun 2026.
Dalam festival yang menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kemampuan berbahasa dan bersastra Sunda itu, SDN Sukamulih berhasil meraih sejumlah prestasi dari berbagai cabang lomba.
Prestasi tersebut meliputi Juara 1 Ngadongeng (Bercerita) Jajaka (Putra), Juara 3 Maca Sajak (Membaca Puisi) Wanoja (Putri), Juara 3 Biantara (Pidato) Wanoja (Putri), Juara 5 Maca & Nulis Aksara Sunda Jajaka (Putra), serta Juara 5 Nulis Carpon (Menulis Cerita Pendek) Jajaka (Putra).
Capaian itu semakin istimewa karena SDN Sukamulih tercatat konsisten menorehkan prestasi dalam ajang FTBI di tingkat kecamatan. Sekolah tersebut juga secara berkelanjutan mengirimkan siswa terbaiknya sebagai perwakilan Kecamatan Kadipaten untuk berkompetisi pada tingkat Kabupaten Tasikmalaya.
Kepala SDN Sukamulih sekaligus Ketua PGRI Kecamatan Kadipaten, Dodi, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para siswa.
“Alhamdulillah, SDN Sukamulih tidak pernah absen dalam mendapatkan prestasi di tingkat kecamatan dan selalu ada yang terpilih menjadi perwakilan kecamatan untuk berlomba di tingkat kabupaten. Semoga dengan prestasi yang didapat ini menjadi motivasi dan kebanggaan bagi siswa-siswi serta guru di SDN Sukamulih.”
Menurut Dodi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras para siswa serta dukungan dan bimbingan para guru yang dilakukan secara berkelanjutan.
Ia pun memberikan apresiasi kepada seluruh siswa dan guru yang telah berkontribusi dalam pencapaian tersebut.
“Terima kasih untuk anak-anak hebat, dan terima kasih kepada Ibu-Bapak Guru yang telah membimbing hingga berprestasi di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Siap bersaing ke tingkat Kabupaten Tasikmalaya! Mari kita tinggalkan prestasi yang lebih membanggakan!”
Bagi SDN Sukamulih, capaian dalam FTBI 2026 bukan semata-mata tentang piala maupun piagam penghargaan. Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa bahasa dan budaya Sunda masih memiliki tempat penting di tengah generasi muda.
Kecintaan siswa terhadap bahasa ibu juga menjadi bagian dari upaya menjaga identitas dan warisan budaya daerah. Melalui berbagai cabang lomba, siswa tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga berani tampil, berkarya, dan mengenal lebih dekat kekayaan budaya Sunda.
Konsistensi SDN Sukamulih dalam mencetak prestasi sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menghasilkan capaian positif.
Kini, para siswa yang berhasil menjadi wakil Kecamatan Kadipaten bersiap menghadapi kompetisi di tingkat Kabupaten Tasikmalaya. Mereka diharapkan mampu kembali menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membawa nama baik sekolah dan Kecamatan Kadipaten.
Dukungan dan sinergi antara siswa, guru, sekolah, serta organisasi profesi pendidikan menjadi salah satu kekuatan dalam membangun budaya berprestasi di SDN Sukamulih.
Dengan semangat melestarikan bahasa dan budaya daerah, SDN Sukamulih berkomitmen untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan potensi sekaligus menanamkan kecintaan terhadap bahasa ibunya.
“Ngamumule Basa Sunda, Ngajaga Jati Diri. SDN Sukamulih Terus Berjuang dan Berprestasi!”
Jurnalis. Anwar. W








