Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Kondisi tumpukan sampah di Jalan S.L. Tobing, Kelurahan Tugu Jaya, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, kembali menuai sorotan warga. Hingga kini, sampah terlihat menumpuk di sekeliling wadah pembuangan dan meluber ke pinggir jalan, tanpa tanda-tanda segera diangkut oleh pihak berwenang.
Situasi ini dinilai bertolak belakang dengan gencarnya kampanye Pemerintah Kota Tasikmalaya melalui program “Tasik Kota Resik” yang selama ini digaungkan sebagai komitmen menjaga kebersihan lingkungan. Di lapangan, program tersebut dianggap belum berjalan maksimal karena masih banyak titik yang luput dari penanganan, termasuk kawasan yang berdekatan dengan fasilitas publik dan aktivitas usaha warga.
Tim PeristiwaJabar.com saat mencoba melakukan konfirmasi ke Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya pada Kamis (26/3), tidak menemukan petugas yang dapat memberikan penjelasan. Saat itu, kantor disebut masih dalam suasana pasca-Hari Raya Idulfitri.
Keluhan warga pun terus bermunculan. Risma, warga sekitar lokasi, mengaku heran karena sampah yang menumpuk sudah cukup lama belum juga diangkut.
“Sering lihat kampanye kebersihan, tapi naha di dieu teu kaurus? Kurang armada, kurang petugas, atanapi ngan ukur slogan?” ujarnya.
Nada kritik serupa disampaikan Risna, pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Ia menilai program kebersihan kota tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata.
“Tasik Kota Resik ulah ngan jadi jargon. Warga butuh bukti nyata, lain ukur rame di TikTok, Facebook, jeung YouTube, tapi kondisi sampah di jalan masih kieu,” tegasnya.
Kondisi ini sekaligus memunculkan pertanyaan publik terhadap efektivitas program GEMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) yang digagas Pemkot Tasikmalaya. Warga berharap pemerintah tidak hanya fokus pada pencitraan program, tetapi hadir dengan langkah konkret, cepat, dan terukur dalam menyelesaikan persoalan sampah yang terus berulang.
Jurnalis : Anwar.W








