Peristiwajabar.id. Ciamis – Sebagai Sekolah penggerak SMPN 1 panumbangan kabupaten Ciamis mengadakan kegiatan Kreatif Gelar karya projek penguatan profil pelajar pancasila ( P 5 ) tahun ajaran 2022/2023 merupakan sebuah Implementasi dari kurikulum merdeka yang digelar di GOR SMPN 1 panumbangan Senin 12/06/2023
Adapun dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh para Guru, kepala sekolah, pengawas dan perwakilan dari Dinas pendidikan kabupaten Ciamis.
H.Sartono, S.Pd. M.Pd. Selaku Kepala Sekolah SMPN 1 Panumbangan mengatakan, kegiatan ini merupakan gelar karya yang terakhir kami laksanakan sebagai sekolah pelaksana Kurikulum Merdeka dan juga merupakan bagian sekolah penggerak angkatan ke Dua secara Nasional dan angkatan ke satu untuk tingkat kabupaten.” Ucapnya
Lanjut Sartono.’ Penyelenggaran P.5 tidak terlepas dari program yang telah disusun dari awal dan hari ini merupakan puncak acara sebagai gelar karya yang bertemakan, “Berakhlak Pada Alam, Kreatif Pada Lingkungan.
“Dan tema tersebut menjadi tiga kemandirian yaitu, tentang Ke’Arifan Lokal, Kewirausahaan, Gaya hidup berkelanjutan dan ini merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka untuk mencapai peserta didik yang memiliki profil pelajar pancasila dan itu sebagai perwujudan visi pendidikan di indonesia.” Tandasnya.
Selain itu Sartono menjelaskan untuk melaksanakan kegiatan tersebut yaitu diantaranya ada enam dimensi yang harus dijadikan sebagai acuan dasar untuk pelaksanaan P.5 tersebut.
“Dari enam dasar dimensi tersebut terbagi kepada tujuh tema yang ada dan kami baru mengambil tiga tema, dengan minimal sesuai yang diambil oleh sekolah pelaksana kurikulum merdeka yaitu Tema Ke,Arifan Lokal, Kewirausahaan, Gaya hidup berkelanjutan dan ini perwujudan enam dimensi dari profil pelajar pancasila, yaitu Ber’iman, Bertakwa dan Berakhlak Mulia serta Kreatif, Bergotong royong, Kemandirian, Bernalar kritis.
Selain itu lanjut sartono” Gambaran tersebut mudah mudahan bisa terwujud dalam penerapan di anak anak kami untuk nanti diterapkan didalam kehidupannya. Sehingga para peserta didik menjadi pribadi yang memiliki karakter pancasila.
Iapun menjelaskan tema tentang kearifan lokal ‘ kami memannfaatkan situasi kondisi disekitar sekolah dan kami bekerja sama dengan Boboko salah satu komunitas kreatif yang ada di wilayah kecamatan panumbangan.
“Hingga kami jadikan komunitas pelopor untuk rujukan dalam proses pembelajaran serta di undang sebagai narasumber untuk memberikan materi dan kemudian kami bersama sama, bagaimana anak agar bisa memanfaatkan daya kreatifitasnya untuk menjadi sebuah Entreupeneur, atau sesuatu yang menghasilkan dan merujuk pada tercapainya Visi tersebut.
Sartono Berharap kedepannya dengan kegiatan tersebut, agar anak anak kita bisa menerapkan serta meng’aplikasikan profil pelajar pancasila itu,..bukan saja melalui hal ini..tapi juga pemantauan, pembimbingan dan pengarahan. dari semua pihak yaitu termasuk orang tua, masyarakat, lingkungan dan stacholder yang ada.” Pungkasnya. ( Asdi )








