Kab Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Dampak lemahnya pengawasan serta pembinaan dari satuan pendidikan di Salah satu sekolah menengah pertama negeri 1 manonjaya kabupaten Tasikmalaya diduga telah mencoreng nama baik dunia pendidikan dengan adanya siswa hamil oleh teman satu kelasnya dan telah melahirkan. Jumat 7/2/2024 Jawabarat
Adapun siswa yang melakukan berinisial IJ yang beralamat Citeureup,Desa Margaluyu kecamatan manonjaya,Kabupaten Tasikmalaya
Dan korbannya siswi berinisial PT teman satu kelasnya IJ yang menurut informasi belum lama ini sudah melahirkan
Adapun menurut keterangan warga setempat yang enggan disebut namanya memang betul ada anak masih sekolah sudah melahirkan
Diduga sering hubungan badannya dilakukan di rumah korban dikampung Marga Cinta, Desa Kamulyan,Kecamatan Manonjaya,Kabupaten Tasikmalaya Jawabarat.
Selain itu orang tua dari pihak pelaku IJ tidak mengijinkan anaknya untuk memenuhi permintaan dari orang tua korban PT untuk di kawinkan dengan alasan harus tetap sekolah.
“Sehingga dari pihak keluarga korban PT sangat berharap ada tanggung jawabnya dari pihak yang melakukan sampai membuat hamil,orang tua korban PT sampe menangis memohon kepada pihak orang tua pelaku untuk meminta di Nikahkan.
Dan adapun keterangan dari pihak sekolah yaitu pratman selaku plt kepala sekolah SMPN 1 Manonjaya kabupaten Tasikmalaya saat dikompirmasi lewat telpon Whatsappnya ” permasalahan mengenai siswa yang berbuat mesum sampai hamil saya baru tahu.!! Bahkan siswi tersebut sudah melahirkan saya belum tahu “singkatnya
Permasalahan tersebut menurut pratman sudah dibereskan pihak dinas oleh sekretaris dinas pendidikan kabupaten Tasikmalaya “tandasnya
Bahkan pratman selaku kepala sekolah SMPN 1 Manonjaya mengarahkan kami untuk menemui sekretaris dinas kabupaten Tasikmalaya karena diduga tidak mau ditemui dan enggan memberikan keterangan.
Ada apa dengan kepala sekolah pratman ??
Dengan setelah tayangnya berita ini semoga dari instansi terkait bisa menindaklanjuti lebih dari pada pengawasannya dan jangan sampai para orangtua siswa enggan untuk menyekolahkan ke SMP tersebut.(Asep.D)








