Kota Banjar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy akan segera merehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara.
Pekerjaan rehabilitasi DI. Lakbok Utara paket 1 ini akan dilaksanakan di empat titik pekerjaan yang meliputi saluran sekunder sindanghayu, sindangangin, biuk dan karangpaningal.
Hal tersebut disampaikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa SNVT PJPA BBWS Citanduy, Andi Sulistiono, saat menghadiri sosialisasi pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi DI. Lakbok Utara paket 1 di aula Desa Langensari Kota Banjar, Jumat (28/1/22).
“Kontrak sudah dilakukan tanggal 18 Januari 2022, SPMK juga sudah. Tetapi, sesuai tahapan pekerjaan di lapangan baru bisa dimulai setelah dilakukan sosialisasi,” jelasnya.
Karena pekerjaan rehabilitasi ini berada di Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis, lanjut Andi, maka sosialisasinya juga dilaksanakan di dua kota/kabupaten tersebut.
“Semoga pekerjaan mendapat dukungan dari masyarakat dan semua pihak serta hasilnya pun bisa dirasakan masyarakat,” harapnya.
Lebih lanjut, Andi mengatakan, pihak BBWS Citanduy akan terus melakukan perbaikan jaringan irigasi di wilayahnya secara bertahap dengan memperhatikan skala prioritas.
Hal tersebut, menurutnya, sebagai bentuk komitmen BBWS Citanduy dalam dalam mendorong peningkatan produksi pangan di bidang pertanian.
Sementara itu, terkait masukan dan saran yang disampaikan masyarakat saat sosialialisasi, Andi mengatakan, akan segera melakukan pengecekan.
“Apabila masukan-masukan tadi berada di kewenangan kita, akan segera kita tuntaskan,” ungkapnya.
Di kegiatan yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan BBWS Citanduy, Dave Harold Irhajadi Mochaimin, mengatakan, rehabilitasi jaringan irigasi ini bisa mengembalikan fungsi dan pelayanan irigasi seperti semula. Sehingga diharapkan bisa menambah luas areal tanam dan meningkatkan intensitas pertanaman (IP).
“Rehabilitasi jaringan irigasi ini bisa memulihkan fungsinya hingga 90 persen, bukan 100 persen. Karena ini hanya rehabilitasi bangunan yang sudah ada, bukan membangun irigasi baru,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dave juga menekankan pentingnya sosialisasi pekerjaan sebelum pekerjaan tersebut dimulai.
Menurutnya, sosialisasi pekerjaan merupakan prosedur tetap yang harus dilaksanakan sebelum dimulai pekerjaan.
“Apapun pekerjaannya, harus melalui sosialisasi. Kalau kita tidak melakukan sosialisasi, ini akan ditegur, akan jadi temuan oleh auditor,” terangnya.
Ia menambahkan, selain merupakan protap, sosialisasi pekerjaan juga sebagai wadah menampung aspirasi dari semua pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
“Dengan kegiatan ini diharapkan, bisa meminimalisir berbagai dampak dari pekerjaan yang akan dilaksanakan. Sehingga, pekerjaan bisa berjalan dengan lancar,” tambahnya.
Sebagai catatan, pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi DI. Lakbok Utara paket 1 ini akan dikerjakan oleh PT. Devosindo sebagai penyedia jasa dan PT. Tri Exnas sebagai konsultan supervisi.
Hadir juga dalam sosialisasi ini, Camat Langensari, Kapolsek Langensari, Danramil Langensari, kepala desa dari dua kabupaten/kota yang terlewati pekerjaan beserta Babinsa dan Babhinkamtibmas tiap desa serta tamu undangan lainnya. (ABID)








