Kota Tasikmalaya. Peristiwajabar.co.id – Sebuah pemandangan memilukan tersaji di salah satu ruas jalan utama Kota Tasikmalaya pada malam hari. Di tengah arus kendaraan yang tak henti mengalir dan sorotan lampu yang menyilaukan, seorang penyandang disabilitas tampak berjuang seorang diri menyeberangi jalan dengan kursi roda yang ia gunakan. Selasa 28/04/2026 Jawabarat
Momen yang terekam ini memperlihatkan betapa beratnya perjuangan yang harus ia hadapi. Tanpa fasilitas penunjang yang memadai, tanpa jalur khusus, dan tanpa bantuan dari siapa pun, pria tersebut mengayuh kursi rodanya perlahan, melawan derasnya lalu lintas demi mencapai seberang jalan dengan selamat. Kondisi jalan yang minim penerangan semakin memperbesar risiko yang mengintai setiap detik langkahnya.
Peristiwa ini bukan sekadar potret sesaat, melainkan cerminan nyata dari masih terbatasnya perhatian terhadap kebutuhan penyandang disabilitas di ruang publik. Jalan raya yang seharusnya menjadi akses bersama, justru menjadi tantangan berat bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik.
Situasi ini mengundang keprihatinan sekaligus pertanyaan mendasar: sejauh mana kota ini telah benar-benar ramah bagi semua warganya?
Ketersediaan fasilitas yang inklusif seperti trotoar yang layak, jalur khusus kursi roda, serta penerangan jalan yang memadai bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut keselamatan dan martabat manusia.
Harapannya, kejadian ini dapat menjadi pengingat bagi semua pihak, terutama pemangku kebijakan, untuk lebih serius menghadirkan ruang publik yang aman dan inklusif. Tidak seharusnya ada lagi warga yang harus berjuang sendirian di tengah gelap dan derasnya jalan, hanya untuk mendapatkan hak dasar: rasa aman dalam beraktivitas.
Jurnalis : Anwar.W








