Ciamis. Peristiwajabar.co.id – Pemerintah Kabupaten Ciamis terus menggaungkan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) serta program “BerSeKa” (Bersih se-Kecamatan).
Gerakan Indonesia ASRI resmi digulirkan melalui Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 600.4.15/294-DPRKPLH.03/2026 yang ditetapkan pada 26 Maret 2026 oleh Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya. Program tersebut pun mulai diimplementasikan di sejumlah kecamatan.
Namun, semangat tersebut masih menghadapi pekerjaan rumah di sejumlah titik. Salah satunya kondisi lingkungan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang berdasarkan pantauan di lapangan tampak kurang terawat.
Sejumlah rumput liar terlihat tumbuh cukup tinggi di area halaman sekolah. Selain itu, terdapat sampah yang berserakan di beberapa bagian sehingga kondisi lingkungan sekolah terkesan kurang tertata.
Kondisi tersebut menjadi sorotan karena berada di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten Ciamis mengampanyekan pentingnya kebersihan lingkungan, termasuk kawasan perkantoran dan fasilitas publik.
Apalagi, Kabupaten Ciamis selama ini dikenal memiliki berbagai capaian di bidang kebersihan lingkungan. Karena itu, penerapan budaya bersih di tingkat satuan pendidikan menjadi bagian penting agar semangat tersebut tidak berhenti pada slogan, melainkan benar-benar terlihat dalam keseharian.
Dede Sutari, salah seorang penjaga sekolah SMPN 2 Banjarsari, menjelaskan bahwa kondisi tersebut terjadi di tengah padatnya kegiatan selama Agustus, termasuk persiapan peringatan Hari Kemerdekaan.
“Ada banyak kegiatan seperti persiapan upacara kemerdekaan serta kegiatan lainnya. Jadi mungkin kondisi tersebut merupakan salah satu dampak dari padatnya kegiatan itu,” jelas Dede, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, aktivitas di sekolah sebenarnya tetap berjalan. Bahkan, kegiatan bersih-bersih lingkungan secara bersama-sama antara siswa dan guru juga kerap dilakukan.
Dede menambahkan, jumlah siswa SMPN 2 Banjarsari saat ini berada di kisaran 200 orang lebih. Ia menyebut jumlah tersebut cenderung mengalami penurunan setiap tahunnya.
“Sekarang siswanya sekitar 200 lebih. Biasanya kami juga sering melaksanakan bersih-bersih bersama para siswa dan guru,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan bahwa kepala sekolah telah memberikan arahan kepada seluruh warga sekolah agar senantiasa menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan.
“Kepala sekolah selalu memberikan instruksi kepada semua warga sekolah untuk menjaga kebersihan dan kerapian agar kondisinya terlihat nyaman,” katanya.
Dede menduga kesibukan berbagai kegiatan selama bulan Agustus turut menyebabkan perawatan lingkungan sekolah belum maksimal.
“Mungkin faktor kemarin sibuk dengan kegiatan Agustusan berdampak pada lingkungan sekolah yang menjadi tidak terurus,” pungkasnya.
Kondisi SMPN 2 Banjarsari sejatinya tidak serta-merta dapat dijadikan gambaran keseluruhan pengelolaan kebersihan sekolah di Kabupaten Ciamis. Penjelasan dari pihak sekolah juga menunjukkan adanya faktor aktivitas dan keterbatasan waktu yang perlu dipertimbangkan secara objektif.
Namun demikian, kondisi tersebut tetap layak menjadi bahan evaluasi. Gerakan kebersihan akan lebih bermakna apabila pesan tentang lingkungan bersih berjalan beriringan dengan praktik nyata di sekolah, kantor pemerintahan, maupun fasilitas publik lainnya.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepala sekolah SMPN 2 Banjarsari belum memberikan hak jawab maupun penjelasan langsung terkait kondisi lingkungan sekolah tersebut.
Terlepas dari berbagai faktor yang melatarbelakanginya, persoalan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan bukan hanya soal membuat lingkungan tampak indah pada momen tertentu. Konsistensi perawatan sehari-hari justru menjadi ukuran sejauh mana semangat Gerakan Indonesia ASRI benar-benar diterapkan.
Dengan demikian, sorotan terhadap SMPN 2 Banjarsari semestinya tidak berhenti sebagai kritik, tetapi dapat menjadi momentum evaluasi bersama antara pihak sekolah dan pemerintah daerah agar semangat Ciamis sebagai daerah yang berkomitmen terhadap kebersihan lingkungan semakin terlihat dalam praktik nyata.(Rvn)








